Seoul (Journal 6)

 

Tanggal 3 Agustus 2018

Suhu di Seoul jam 7.30 pagi ini adalah 37°, ketika Pak Son menjemput kami dari Gereja Shim tempat kami menginap menuju rumahnya.

Kami makan pagi bersama di rumah Pak Son, tepat di tengah kota, dengan pemandangan Lotte Tower – salah satu gedung tertinggi di Asia. Makan pagi di sini memang sehat karena Ibu Son sudah menyediakan buah-buahan, roti dan telur.

Semoga Terus Sehat

Setelah makan pagi, kami berangkat menuju E-Land, sebuah perusahaan di kota Seoul yang salah satu divisinya bernama Asian Mission. Bagian ini telah mendukung pelayanan staff senior JOY selama beberapa tahun terakhir.

Kami sangat bersyukur karena bisa bertemu dan sharing terkait pengalaman, tantangan dan situasi JOY sekarang. Asian Mission telah mendukung lebih dari 700 pelayan Tuhan selama ini.

Di sela pertemuan, Kak Riana sempat diperiksa tim medis Asian Mission karena kondisi fisiknya menurun. Dalam perjalanan dari rumah Pak Son ke E-Land, Kak Riana pusing dan akibatnya muntah-muntah. Cuaca di Seoul memang sangat panas, bahkan untuk ukuran orang Korea sendiri.

Mohon doanya agar selama di Korea, kami tetap fit dan bisa mengikuti setiap konferensi dan pertemuan dengan lancar.

Dari E-Land, kami menuju kantor OMF, tempat pak Son bekerja. Kak Riana sangat lemah sehingga perlu beristirahat. Pak Son, Bang Sopar dan saya makan di warung terdekat kemudian membawakan bubur ayam buat kak Riana untuk minum obat.

Di sela istirahat satu jam, kami mendapatkan video call dari Timor Leste, yakni dari Kak Flo yang sangat meng-encourage kami. Malam harinya pun dapat video call lagi karena ada fellowship time bersama Bang Tarigan yang sedang berkunjung ke Dili.

Setelah beristirahat kira-kira sejam, kami menuju JOY Office di Jegidong untuk istirahat dan cuci baju.

Kasih Karunia

Tepat jam 6, kami bertemu dengan Hong Kyoung Soo, salah satu short term worker dulu di JOY. Kyung Soo adalah salah satu pemrakarsa JOY Song Book. Tahun 1997 datang pertama kali melalui Love Indonesia Project (LIP) 1 kemudian kembali lagi ke JOY menjadi short term worker pada tahun 1999. 

Kami banyak bercerita tentang pengalamannya menjadi profesional worker di Israel. Semua anak-anaknya juga lahir di sana. Ada banyak cerita terkait JOY, karena tidak terasa sudah hampir 20 tahun waktu berlalu sejak Kyung Soo melayani di JOY. Salah satu bagian paling menarik adalah sharingnya tentang Mas Gunawan dan anniversary JOY ke-7.

­

Bersama Kyung Soo

Saya secara pribadi tidak mengenal Mas Gunawan, tetapi selalu mendengar kisah tentangnya dari Pak Son. Kali ini mendengar kesan pribadi Kyung Soo ketika bersama mas Gunawan berlibur ke Medan, ke rumah Bang Ian. Kyung Soo mengulang terus pernyataan “Gunawan sangat baik dan saya sangat sedih ketika dia pergi”.

Saya pribadi menyadari bahwa JOY dipenuhi dengan orang-orang yang berragam. Satu hal yang sama dari generasi ke generasi, kita mengalami kasih karunia Allah yang besar melalui persekutuan ini terutama melalui orang-orang yang kita temui di dalamnya.

Setelah ditraktir makan malam oleh Kyung Soo, kami jalan kaki kembali ke JOY Office untuk beristirahat. Sembari menulis jurnal ini, saya menemani teman-teman JOY China menikmati makan malam mereka di ruang tamu. Mereka juga belum kembali ke negaranya karena masih ada beberapa pertemuan, kunjungan ke gereja dan retreat hingga pertengahan bulan ini.

Hari Jumat yang penuh cerita. Tuhan baik dan kasih-Nya tidak pernah habis bagi kami! [GN]

 

 

 

 

 

3 Replies to “Seoul (Journal 6)”

  1. Semoga kak Riana lekas sembuh. Sharing yang bagus sekali, jadi teringat jaman ikut Mission Korea tahun 1994 di Korea. Tuhan memberkati pelayanan saudara/i ku terkasih.

    1. Terima kasih bang Pajar atas encourage-nya… Tuhan memberkati pekerjaan dan pelayanan abang juga… Semoga kita semua terus bisa menjadi duta Surga bagi dunia ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *