Welcoming Party UAJY

Selamat hari Rabu, JOYers…

Tidak terasa bulan Oktober sudah memasuki hari ke-10, Anniversary JOY yg ke 26 sudah berlalu 10 hari lalu.

Terima kasih atas segala dukungan semua pihak sehingga #JOY26thAnniversary sudah berjalan dengan baik.

Di bulan depan, JOY akan mengadakan Welcoming Party untuk mahasiswa baru Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Kegiatan ini adalah kegiatan tahunan mengingat JOY sendiri sudah diakui dan berada di bawah naungan Kantor Alumni dan Campus Ministry.

Tahun ini Welcoming Party akan diadakan pada hari Jumat (sekaligus JFM) tanggal 2 November jam 18:00-21:00 di Auditorium Kampus 2, UAJY.

Target peserta yang hadir adalah 200 orang dengan 100 mahasiswa baru.

Berikut proposalnya :

proposal-welcoming-party-uajy2018

Semoga persiapan panitia yang notabene adalah mahasiswa UAJY berjalan lancar ya!

Happy Wednesday!

JOY 26th Anniversary

Tidak terasa, tahun ini adalah tahun ke-26 persekutuan JOY berkarya di tengah mahasiswa di kota Jogja. Sebagai sebuah komunitas inter denominasi, inter culture, JOY melayani setidaknya 21 kampus tempat mahasiswa berasal, lebih dari 1300 alumni yang tercatat pernah diorientasi JOY dan dalam kuartal dua tahun 2018 ini, ada 144 mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan di JOY baik melalui cell group, 9 ministry maupun training. 

Tuhan melakukan banyak hal yang besar bagi pelayanan JOY selama 26 tahun melayani. Di kesempatan ulang tahun ini, JOY mengusung tema “Reach Out” sebagai tema besar #JOY26thAnniversary, diambil dari kisah orang lumpuh yang dibopong oleh ke-empat temannya dan dibawa menuju Yesus dengan cara kreatif sehingga akhirnya si lumpuh ini dapat bertemu dengan Yesus dan mengalami kesembuhan. Cerita dalam Markus 2 : 1-12 dikemas dengan cara kontemporer dan dalam konteks modern dalam drama musikal.

Drama ini bercerita tentang lima orang sahabat: Agnes, Presty, Juan, Astri, dan Wuri. Agnes sangat mengidolakan Najwa Shihab (jurnalis berbakat dan berpengaruh di Indonesia saat ini). Karena kecerdasannya, Agnes diterima untuk magang di Mata Najwa (salah satu program TV yang dipandu oleh Najwa Shihab). Agnes sangat senang bisa diterima magang dan punya kesempatan bekerja bersama idolanya. Kegembiraan ini juga dirasakan oleh empat orang sahabatnya. Mereka mendukung Agnes untuk bisa ke Jakarta.

Selain paling pintar, Agnes juga yang paling miskin diantara keempat sahabatnya. Sejak kedua orang tuanya meninggal, ia menjadi tulang punggung keluarga untuk ketiga adiknya dengan menjadi guru bahasa inggris dan kerja part time lainnya. Ada beberapa pertimbangan Agnes yang membuat dia akhirnya mengurungkan niatnya untuk ke Jakarta, yaitu harus bayar kos, biaya hidup selama disana, belum lagi kebutuhan adik-adiknya yang cukup banyak. Sebenarnya mudah saja bagi sahabat-sahabatnya untuk menolong Agnes dalam hal finansial, karena mereka dari keluarga yang kaya. Sayangnya, Agnes bukan tipe orang yang bisa menerima bantuan orang lain begitu saja. Akhirnya ke empat sahabatnya mencari cara agar Agnes mau menerima bantuan mereka. Mereka akhirnya membuat beberapa janji kepada Agnes sebagai tanda kesungguhan hati mereka untuk menolong Agnes. Karena kegigihan dan dukungan dari sahabat-sahabatnya ini, akhirnya Agnes memutuskan untuk berangkat ke Jakarta dan akhirnya magang di program Mata Najwa dan mewujudkan salah satu mimpinya.

Dalam drama ini sosok Agnes sama seperti orang lumpuh dalam bacaan Markus 2 : 1 – 12. Agnes sama seperti orang lumpuh yang sangat terbatas. Orang lumpuh dalam injil Markus itu sungguh beruntung mempunyai teman-teman yang mau berkorban untuk dirinya. Tanpa teman-temannya ini, orang lumpuh itu mungkin hanya akan terkulai seorang diri di rumah tanpa pernah ada harapan untuk sembuh. Mereka itulah yang menggotong dan membawanya kepada Yesus dan akhirnya sembuh. Agnes juga beruntung memiliki keempat sahabat yang sangat mengasihinya. Mereka tidak pantang menyerah untuk menolong, menguatkan dan menopang  Agnes menggapai cita-citanya. Semangat dan pengharapan dari sahabat-sahabatnya inilah yang membuat Agnes akhirnya bisa bertemu dengan idolanya, Najwa Shihab.

Ada beberapa hal yang menjadi poin khotbah Pak Son pada #JOY26thAnniversary kemarin a.l :

  • Lahir Baru :

Tujuan JOY adalah agar mahasiswa dapat bertemu secara pribadi dengan Kristus, menerimaNya sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi, alias lahir baru. Melalui setiap kegiatan yang ada di JOY, harapannya JOYer dapat mengalami perjumpaan dengan Kristus.

  • Communal Spirit : Keempat orang yang menolong si lumpuh ini mengalami apa yang dinamakan dengan jiwa komunal.

Mereka melakukannya atas dasar kasih yang sama kepada teman mereka. Begitu juga yang mahasiswa di JOY lakukan. Atas dasar kasih, mendoakan dan mengajak orang untuk bergabung dan bertumbuh di JOY.

  • Concrete Faith : Iman yang konkrit dari ke-empat orang ini.

Bukan sekedar lip service melainkan lebih dari itu, tindakan nyata dengan membawa si lumpuh dengan tandu, membongkar atap rumah tempat Yesus berada dan menurunkan teman mereka ini adalah tindakan nekat yang didasari atas kasih.

Setelah khotbah dan prosesi seremonial pergantian direktur dari Bang Sopar yang telah melayani selama 7 tahun kepada Kak Gina yang baru saja kembali dari Jakarta. 

 

Banyak sukacita oleh karena banyak teman baru yang hadir hasil dari undangan dan follow up teman-teman yang ada. Bersyukur untuk 251 orang yang hadir dan terutama 52 new comers yang datang secara khusus untuk merayakan ulang tahun JOY yang ke-26. Doa dan harapan, JOY tetap bisa menjadi duta surga bagi dunia terutama di tengah generasi mahasiswa yang canggih sekarang.

Selamat Ulang Tahun, JOY!