Workshop di JOY

Workshop

Salah satu fokus JOY di tahun 2019 ini adalah teachable spirit, yaitu semangat untuk mau diajar, dibentuk dan belajar. Beberapa hal yang akan dilakukan untuk mendukung fokus ini adalah mentoring, coaching dan juga pembelajaran melalui workshop. Untuk itu, akan ada perubahan pada pertemuan di hari Jumat.

Selain JFM (JOY Fellowship Meeting) yang akan diadakan sebulan sekali ditahun ini, pertemuan-pertemuan di hari Jumat lainnya akan diisi dengan workshop dan training untuk memfasilitasi teman-teman JOYers mahasiswa dalam belajar. Selain sebagai wadah untuk belajar bersama, workshop yang dilakukan diharapkan bisa menjangkau teman-teman baru dan memenuhi kebutuhan mahasiswa jaman sekarang.

Workshop yang dipersiapkan antara lain adalah workshop problem solving and decision making, project management, to do extra miles series (dari latar belakang PNS, korporasi maupun entrepreneur), financial management, apologetika, risk & investment yang akan dibawakan oleh OJK dan beberapa workshop lainnya.

Beberapa alumni dari berbagai tempat dan profesi sudah dan akan dijadwalkan untuk mengajar dan berbagi pengalaman juga inspirasi kepada JOYers mahasiswa yang ada saat ini.

Melalui pembelajaran yang dibagikan di workshop-workshop ini, harapannya setiap JOYers bisa memiliki semangat yang mudah diajar dan mau belajar, juga diharapakan bisa menjadi teman untuk sama-sama belajar. [Agnes]

 

 

 

Perkembangan Gedung & Yayasan

Beberapa waktu lalu, sempat ada usulan di grup alumni terkait pembuatan rekening a.n Yayasan JOY. Ide tersebut sudah ditindaklanjuti sejak Desember tahun lalu dengan menghubungi pihak Notaris yang selama ini mengurus tanah dan perijinan baik yayasan JOY (sejak 2009) maupun tanah Seturan.  Pembuatan rekening Yayasan membutuhkan paling tidak akta, NPWP,  identitas pengurus dan Struktur Yayasan.

Sebagai informasi, wacana untuk restrukturisasi Yayasan mengalami kendala dikarenakan Pembina yang lama a.n Dr. Hamin tidak diketahui keberadaannya sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan restrukturisasi atau pengaktifan kembali tanpa kehadiran beliau.

Salah satu usulan hukum dari pihak Notaris adalah membuatkan Yayasan baru dengan nama Pembina sesuai usulan rapat bersama. Pembina dalam struktur baru adalah Board Members (Mr.Lee & Mr. Yoon).

Sampai di sini, proses Yayasan baru akan dibicarakan setelah pertemuan board yang akan diadakan pada 20 April mendatang.

Begitu juga dengan proses pembangunan gedung di tanah Seturan, sampai hari ini masih pending dikarenakan kesulitan dalam pengurusan IMB di pemerintah Sleman.

Memang pembangunan gedung di wilayah Sleman tidak semudah di wilayah Kota Yogyakarta. Beberapa bangunan baru yang terhenti pembangunannya, umumnya dikarenakan belum memiliki IMB sehingga sulit beroperasi.  Informasi dari pihak Notaris dan Konsultan pun senada, artinya IMB umumnya baru dikeluarkan setelah proses dua tahun, contoh pembangunan gereja GKI cabang Adisutjipto.

Doakan rapat board nanti mendapatkan titik terang sehingga pergumulan agar JOY memiliki gedung sendiri mendapat jawaban pasti. [Gina]

 

 

Online Ministry

Salah satu fokus JOY tahun ini adalah Online Ministry, sehingga bentuk pelayanan Mass Meeting Department tidak hanya berfokus pada JFM saja. Sebelumnya setiap ministry hanya mempersiapkan pelayanan untuk JFM atau kegiatan besar lainnya seperti Anniversary, Easter dan JOY Christmas saja, namun dalam online ministry para joyer menyiapkan proyek khusus untuk publikasikan ke You-tube maupun Instagram JOY. Salah satunya adalah merecord kembali Drama Musical yang ditampilkan pada Anniversary tahun lalu.

Proyek ini sudah berjalan sejak Februari lalu dan ditargetkan bisa dipublikasikan bulan April mendatang. Proses yang dilakukan cukup panjang, mulai dari recording setiap lagu, live recording drama, dan pengeditan. Bersyukur

untuk Kak Jeremia dan Bang Adri yang membantu proses recording lagu dan produksinya. Selain itu kak Jeremia pun mengijinkan kami untuk memakai rumahnya untuk lokasi syuting drama. Bersyukur untuk kecukupan yang Tuhan sediakan melalui teman-teman Alumni.

Anggaran yang digunakan dalam proyek ini cukup besar yaitu sebesar Rp. 2,557,570, untuk menyewa peralatan multimedia seperti kamera, lighting, lensa, kebutuhan drama, dll.

Tanggal 10 Maret lalu, sudah menyelesaikan proses syuting dan saat ini, sudah masuk dalam tahap pengeditan. Dalam tahap ini akan berlangsung cukup lama, mengingat Drama Musical ini  berdurasi  40-an menit.

Tidak semua ministry terlibat dalam proyek ini, hanya anggota drama musical tahun lalu dan Multimedia Ministry.

Beberapa proyek lainnya akan dikerjakan oleh ministry lain seperti Music dan Choir, namun menunggu penyelesaian proyek ini terlebih dahulu.

Bersyukur karena Joyers cukup antusias dalam project online ini.

Oh iya,  terkait pelayanan MMD, JFM yang biasanya dilakukan setiap minggu, dijadikan sebulan sekali. Minggu sisanya dipakai untuk Pelatihan Reguler, Workshop maupun Mass Meeting New Project (dimulai bulan Juli Mendatang). Hal ini dilakukan agar Joyers bisa memaksimalkan waktu untuk mempersiapkan online ministry project.

Fokus utama JOY ditahun ini adalah Teachable Spirit yakni membangun roh yang mau diajar oleh Tuhan. Sejalan dengan itu, evaluasi pelatihan tahun lalu bahwa banyak JOYers yang tidak bisa mengikuti pelatihan pada hari Selasa menjadi acuan mengapa pelatihan dan workshop dialokasikan di hari Jumat. [Villy]

 

 

 

Jika Tidak Ada Paskah

Coba bayangkan jika tidak ada paskah? Tidak ada peristiwa Yesus dikhianati, ditangkap,disalibkan, mati dan bangkit di hari ketiga? Bukankah itu merupakan hal yang paling mengerikan. Suatu bencana paling mengerikan dalam kehidupan manusia. Jika tidak ada paskah, ada kehilangan besar dalam diri manusia. Bukan telur paskah, bukan juga perayaan paskah di jam subuh.

Kehilangan apakah itu? Apakah kehilangan kasih? Kehilangan pengampunan? Kasih? kita akan bisa mendapatkankan kasih dari orang-orang sekitar kita. Orang tua kita bisa mencintai kita tanpa syarat. Ada banyak kisah tentang orang tua yang bersedia mati buat anak-anaknya. Pasangan kita bisa jadi, menjadi orang yang mencintai kita dengan tanpa syarat. Juga ada banyak kisah orang-orang yang rela memberikan hidupnya untuk orang yang dicintainya, bahkan ada kisah-kisah orang yang rela memberikan hidupnya untuk orang yang tidak dikenalnya.

Mungkin masih segar di ingatan kita ketika peristiwa tsunami dan gempa di Palu dan sekitarnya terjadi.  Seorang petugas Air Traffic Control (ATC), Anthonius Gunawan Agung meninggal dunia setelah selesai mengarahkan pesawat Batik Air ID 6231 terbang dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makasar. Pada saat gempa, ia memilih untuk tetap menunaikan tugasnya sebagai pengatur lalu lintas udara. Ia memilih untuk tetap berada di tower tempatnya bertugas, meskipun teman-temannya telah turun dari tower dan berlari keluar. Di tengah-tengah gempa, ia terus berkomunikasi dengan pilot pesawat hingga pesawat berhasil lepas landas. Ia meninggal untuk menyelamatkan orang-orang di dalam pesawat. Kita akan bisa menemukan kisah-kisah heroik seperti Anthonius Gunawan di dalam kehidupan ini.

Bagaimana jika yang hilang adalah pengampunan? Rasa-rasanya kita juga akan dapat menemukan kisah-kisah indah tentang orang yang mengampuni. Kita akan menemukan kisah indah bagaimana orang tua yang anaknya menjadi korban pembunuhan, merangkul pembunuh anaknya dan memberikan pengampunan kepada pelaku.

Jika paskah tidak ada, ada satu kehilangan besar yang akan dialami oleh manusia. Kehilangan yang tak seorangpun mampu melakukannya, tidak ada satupun manusia dapat melakukannya.

Hal yang paling mengerikan jika tidak ada paskah adalah tidak adanya harapan atas jaminan keselamatan di dalam Kristus.

Jika tidak ada paskah, kita tidak akan hidup.

Orang tua bisa mengasihi kita, bahkan mengorbankan dirinya untuk kita, tetapi mereka tidak dapat menyelamatkan hidup kita.

Jika tidak ada paskah, tidak ada harapan bahwa suatu saat kita akan bersama-sama menikmati persekutuan yang indah dengan Allah. Jika tidak ada paskah, tidak ada harapan untuk hidup. Untuk apa kita hidup jika tanpa ada kepastian setelah kematian.

Sangat-sangat beruntungnya kita karena paskah itu ada. Sebuah tragedi terbesar dalam kehidupan manusia tidak terjadi. Betapa beruntungnya kita karena kita memiliki Juruselamat yang memberikan kita sebuah harapan terbesar yang pernah ada. Harapan bahwa kita diampuni, diselamatkan dan diberi harapan hidup yang kekal bersama dengan Allah.

Sebentar lagi kita akan merayakan paskah, marilah kita bersama-sama memakai momen perayaan paskah menjadi suatu perayaan untuk mensyukuri kasih Allah kepada kita, dengan mempersembahkan kehidupan kita untuk memuliakan namaNya.

Caranya adalah hidup sebagai anak-anak Allah dengan menuruti firmanNya menunjukkan dan membagikan kepada orang-orang di sekitar kita tentang harapan yang ada di dalamNya. Selamat menyongsong paskah. Tuhan Yesus memberkati.[Riana]