Antiokus Epifanes dkk

Kitab Daniel memberi rincian unik terkait sejarah dunia. Bayangkan, ratusan tahun sebelum sebuah negara kecil menaklukkan Persia yang perkasa itu, Daniel sudah melihat itu.

JOYer dari kalangan Katolik tentu tidak asing dengan kitab Makabee yang ada dalam Deuterokanonika. Jauh sebelum Yudas Makabee, anak imam itu lahir dan melancarkan revolusi, Gabriel sudah menyingkapkan hal itu dengan jelas.

Semua kisah di empat pasal terakhir di kitab Daniel secara terperinci menggambarkan seorang Raja nan Durjana bernama Antiokus yang dari keturunannya yang unik di utara dan selatan, melahirkan kisah sejarah yang seru.

Antiokus Epifanes inilah yang secara keji membakar korban bakaran babi kepada Dewa Zeus di Bait Suci Yerusalem. Antiokus inilah yang memberi luka paling dalam kepada orang Yahudi sampai zaman Yesus dan hingga saat ini.

Pak Son dalam uraian di Daniel pasal 10 menjelaskan kisah Antiokus Epifanes dengan sangat baik. Kitab Daniel tidak lagi dilihat melulu soal simbol-simbol membingungkan, angka-angka buta, penglihatan dan mimpi menyeramkan tentang akhir zaman. Lebih dari itu, kitab Daniel sekarang menjadi lebih menarik ketika kita tahu betapa Pengharapan ada di masa-masa sukar orang percaya. Allah setia terhadap anak-anakNya.

General Retreat JOY part 2 yang khusus menajamkan pasal 7-12 menjadi kesempatan berharga, melihat lebih dekat cara Allah bekerja melalui penyingkapan-penyingkapannya. [Igin]

General Retreat 2020 “Daniel The Prophet”

 

Merapi di pagi hari, 19 Jan 2020 tampak bersahabat menemani JOYer melakukan retreat di awal tahun. Sungguh hari yang cerah sejak 18 Jan siang ketika panitia dan peserta tiba di wisma Duta Wacana Kaliurang.

Tahun 2020 adalah tahun pembelajaran bagi persekutuan JOY seperti tahun 2019, semangat belajar dan diajar oleh Tuhan atau teachable spirit masih menjadi fokus. Oleh karena itu, memulai tahun ini dengan belajar berkala dari Daniel, sejak tahun lalu adalah langkah iman yang konkrit untuk me-recharge spirit bersama sebagai komunitas mahasiswa.

Tahun lalu, tidak banyak yang hadir di general retreat, hanya 50 orang. Tahun ini pun demikian, hanya sekitar 45 orang dengan 7 orang baru. Tanggal 18-21 Januari 2020 adalah tanggal yang dipilih Pak Son berdasarkan ketersediaan waktu di tengah padatnya aktifitas mobilisasi OMF meskipun kenyataannya tidak banyak JOYer yang sudah kembali dari kampung halaman dan selesai KKN pada tanggal tersebut.

Daniel, tokoh iman yang dijadikan panutan untuk dipelajari bersama. Tahun lalu, pak Son mengajarkan metode kiasmus sebagai metode efektif untuk belajar. Tahun ini, entah ide baru apa lagi yang akan beliau suguhkan.

Kita ikuti keseluruhan acara genre, baik sesi, games maupun outbound melalui ig joy.indonesia ya.

Terima kasih sudah setia mendukung pelayanan persekutuan JOY secara khusus genre 2020 ini. Tuhan memberkati.

Salam JOY Spirit, Igin & the staff