Merayakan natal tanpa kehadiran Mama Anna

Masih segar diingatanku setiap menjelang hari natal yang jatuh pada tanggal 25 Desember setiap tahun, maka mama adalah orang selalu sibuk mempersiapkan segala sesuatu berkaitan dengan keperluan natal bagi seluruh anggota keluarga.

Setiap anggota keluarga dalam rumah tangga mendapat baju dan sepatu yang baru untuk dipakai saat ibadah di gereja dan juga saat berkunjung mengucapkan selamat natal ke rumah kerabat dan tetangga termasuk persiapan kue basah, kue kering, dan minuman untuk menjamu tamu selama perayaan natal dan tahun baru.

Semua sukacita saat ibadah malam natal berpusat pada pertemuan keluarga: bapa, mama, kakak, adik lengkap bersama anak-anak bagi yang sudah berkeluarga.

Saat duduk diam di bawah kaki Tuhan lewat pembacaan Firman Tuhan tentang kelahiran Yesus dari Lukas 2:1-20, dan menyanyikan lagu natal berdasarkan liturgi malam natal yang dibagikan dari gereja kepada semua anggota jemaatnya seminggu sebelum hari natal tiba.

Mama memimpin doa safaat dan menyebutkan nama satu persatu.

Bagiku saat mama menyebutkan nama-nama kami menunjukkan betapa cinta kasihnya merasuk hati dan jiwa.

Tidak satupun nama anak dan cucu yang terlewatkan jauh maupun dekat, yang tinggal di dalam maupun di luar negeri. Semuanya bersatu dalam doa seorang mama.

Isi doa mama selalu berkaitan dengan pergumulan yang sementara dihadapi oleh anggota keluarga yang disebutkan namanya.

Mama mendoakan agar Tuhan memberikan kesehatan, sukacita dalam menjalani studi dan kerja. Tak lupa pula permohonan kesembuhan dari Tuhan Yesus bagi yang sakit secara mental maupun fisik. Sakit hati misalnya dibawakan dalam doa agar Tuhan mengaruniakan keluasan, ketulusan hati untuk saling mengampuni dan mengambil inisiatif untuk berdamai dengan sesama yang bersalah kepada kita. Bagi yang menderita sakit penyakit didoakan agar lekas sembuh sehingga bisa pulih seperti sedia kala. Hati, jiwa dan roh semua ditujukan kepada Tuhan yang mendengarkan dan menjawab doa-doa mama baik yang terucapkan maupun tidak.

Tahun 2018 sangat berbeda dengan berpulangnya mama kepada kekasih jiwanya, yakni Tuhan Yesus pada tanggal 5 bulan Oktober 2018.

Mama telah bersama di rumah bapa yang kekal. Ada suara mama lewat doa-doanya yang selalu hidup dalam sanubari semua anak, cucu, dan kerabat serta tetangga yang ia selalu sebutkan nama-nama mereka.

Mama Anna menyaksikan bahwa kehidupan bersama sang juruselamat yang hari kelahiranNya dirayakan setiap tanggal 25 Desember merupakan Amazing Grace karena maut sekalipun tidak mampu memisahkan sang Juruselamat dengan orang percaya.

Apa yang sudah dijalani dalam dunia merupakan sebuah surat yang terbaca bagi semua orang lintas agama, ras dan suku.

Terima kasih atas cintamu mamaku Anna. (Kak Jolly)

Kado Natal Istimewa

Hi Joyers! Apa kabarmu di sini? Senang sekali ketika dikasih kesempatan oleh tim Publishing untuk membagikan persiapan keluarga kami dalam menyambut natal tahun ini. Awal Desember di kota Jayapura disambut dengan musim penghujan yang membuat kota kami semakin bersih dari debu-debu yang biasa beterbangan bebas di udara. Pohon natal, lampu kerlap-kerlip, pondok natal, kado natal menjadi bagian yang biasa dipersiapkan oleh umat nasrani di kota Cendrawasih ini. Tak terasa kita telah berada di akhir tahun 2018, yang sebentar lagi akan berganti ke tahun 2019.

Tahun 2018 merupakan tahun yang istimewa bagi keluarga kami dalam menyambut natal, karna untuk pertama kalinya kami bisa merayakan natal bersama anak kami yang lahir pada tanggal 18-11-18 lalu.

Kehadiran Gracia Sydney Sandewa menjadi kado natal yang sangat istimewa bagi kami, sehingga membuat hidup kami menjadi lebih hidup.

Kamipun bisa berkata seperti dalam Mazmur 27:13 Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup.
Tahun ini merupakan tahun dimana Tuhan bangkit membela perkara kami.

Setelah bergumul selama 8 tahun, akhirnya Tuhan pun menjawab kerinduan kami berdua.

Oleh perjalananmu yang jauh engkau sudah letih lesu, tetapi engkau tidak berkata: “Tidak ada harapan! “Engkau mendapat kekuatan yang baru, dan sebab itu engkau tidak menjadi lemah (Yesaya 57:10).

Batu karang tak akan menjadi patung yang indah dan bernilai tinggi, jika ia tak dapat menahan rasa sakit saat pemahat bekerja memotongnya. Kami bisa melewati pergumulan ini, bukan karna kuat dan gagah kami, tetapi karna kekuatan yang Tuhan tambahkan dalam roh kami.

Ketika kita membaca, maka hanya ada 10% yang bisa kita ingat, jika kita mendengar maka akan ada 20% yang bisa kita ingat, jika kita berdiskusi maka akan ada 50% yang bisa kita ingat, tetapi ketika kita melakukan dan mengalaminya secara langsung maka kita akan mengingatnya sampai 90% dan pergumulan kami untuk memperoleh keturunan ini termasuk dalam kategori 90% bahkan lebih yang akan kami ingat.

Pengalaman kami sebagai orang tua yang baru membuat kami belajar, jikalau kami sebagai orang tua tau memberikan yang terbaik dalam merawat dan mendidik anak kami, terlebih lagi Bapa kita di Surga yang memberikan anakNya Yesus lahir ke dunia untuk memberikan kehidupan kekal bagi kita semua yang beriman kepada-Nya.

Dia tidak ingin kita binasa, melainkan menjadi penghuni Surga kelak.

Kami bersyukur pada akhirnya kami bisa memetik buah yang manis dari pohon penantian iman kami. Tidak mudah memang, tetapi Tuhan memberikan kami kekuatan untuk dapat melewati semuanya. Pengalaman menyambut natal dan melihat kebaikan Tuhan yang tak akan terlupakan seumur hidup kami. (Kak Artha)

Memaknai Natal

Hi Joyers, saya Marta, ikut persekutuan JOY di tahun 2000 saat saya harus kuliah  di Yogyakarta, awal saya masuk JOY karena diajak kakak saya Astrid, ikutan Cell group kemudian masuk ministry fellowship dan kemudian menjadi anggota Choir.

Sejak tahun 2009, saya dan suami diutus sebagai tenaga misi untuk membantu gereja local di Phnom penh, Kamboja.

Di tahun pertama saya datang ke Phnom Penh, saya sempat kaget melihat banyaknya selebaran di toko-toko dengan isi; “mari merayakan natal bersama di…”, saya berpikir bahwa ternyata orang – orang di kamboja adalah orang-orang yang semangat merayakan natal.

Tapi setelah saya melihat di Bar garden, Pub, bahkan di diskotik juga terpampang tulisan “mari merayakan natal bersama”,  saya baru menyadari bahwa, arti natal buat mereka adalah tukaran kado bersama teman, tukaran kado bersama keluarga dan tukaran kado bersama pacar.

Sedih yah, tapi saya menyadari bahwa saya juga sering kali tertipu dengan kesibukan mempersiapkan natal di gereja dengan arti natal sesungguhnya.

Mempersiapkan paduan suara, drama, kostum, makan malam sesudah ibadah natal bahkan kado natal sungguh menyita pikiran,bahkan kadang saat saya saat teduh bersama Tuhan dan menulis jurnal saat teduh di ganggu dengan pikiran-pikiran, “oh kostum drama yang warna putih aja”, atau saat baca Alkitab, tiba-tiba pikiran “oh, mudah-mudahan makan malam sesudah ibadah cukup untuk semua orang”, saya sebagai orang percaya juga sering tertipu.

Di natal tahun ini, saya sungguh mau memaknai natal sebagai kesempatan bersyukur karena Tuhan Yesus sudah lahir untuk menebus dosa-dosa saya.

Yesus Kristus-lah kado sesungguhnya buat dunia. Alasan kita merayakan Natal. ini yang harus saya beritakan buat orang-orang Kamboja.

Saya punya dua anak laki-laki yang lahir di Phnom Penh. Kaleb umur 8 tahun dan Andrew umur 4 tahun, setiap tahun mendekati bulan Desember, mereka selalu ikut sibuk dengan kegiatan natal. Kaleb di natal tahun ini akan menampilkan hip hop dance. Untuk penampilan ini, Kaleb semangat sekali latihan, malah sering latihan sendiri di rumah sampai jam 10 malam, akhirnya saat malam dan diingatkan untuk doa malam, kaleb sudah capek dan bilang; “bisa tidak, doanya sambil tiduran?” dan besok paginya, belum berdoa dan saat teduh, langsung latihan gerakan dance lagi.

Latihan dance tidak salah, bahkan semangat untuk memberikan yang terbaik saat perayaan natal sangat baik. Tapi bukankah tujuan kita latihan dengan keras adalah untuk memuliakan nama Tuhan Yesus dan khususnya untuk membuat Tuhan Yesus senang? Apakah dengan penampilan dance kita yang keren akan membuat Tuhan Yesus lebih senang dari pada sikap kita semangat berdoa dan saat teduh? Pertanyaan ini selalu saya tanyakan kepada Kaleb.

Yang pasti, Tuhan Yesus lahir ke dunia, mati dan dibangkitkan agar supaya saya yang berdosa ini bisa berhubungan dengan Allah yang maha kudus, jadi bukankah hubungan saya dengan Allah adalah yang terpenting bagi Allah. Semangat berdoa dan saat teduh membuat hubungan saya dengan Allah tambah mesra.

Saya mengucap syukur karena Tuhan Yesus mau mengingatkan kembali tentang kehidupan doa dan saat teduh saya.

Kiranya kita yang sudah mengenal TuhanYesus dan sudah diselamatkan oleh pengorbanan Kristus terus bersedia memberitakan arti kedatangan Tuhan Yesus di Dunia, dimulai dengan membangun hubungan dengan Tuhan lewat doa-doa kita dan saat teduh.

Selamat Natal dan tahun baru. Tuhan Yesus memberkati. (Kak Marta)