Seputar Pelatihan JOY

Bersyukur untuk kebaikan hati Bang Renol dan Kak Othie dari SoD GKI, JOY beruntung dapat belajar langsung dari dokter misi yang sangat terkenel di hari kamis tanggal 28 agustus kemarin. Dari sekian hari beliau ada di Indonesia, JOY beruntung bisa mengadakan sarasehan yang mendatangkan tamu dr. Buce. Beliau adalah missionaris yang dulu pernah melayani di pedalaman papua dan sekarang melayani di Virginia.  Acara sarasehan dimulai 4 jam sore, yang mengikuti sarasehan  ada 21 peserta. Diawal sarasehan dr.Buce bertanya kepada semua peserta tentang kapan pertama kali mereka bertemu Tuhan (ditangkap oleh Tuhan kata dr. Buce).

Beliau juga menceritakan awal mula pelayanannya dan bagaimana ia ditangkap oleh Tuhan. dr. Buce mengajak peserta untuk menjalin relasi yang intim dengan Tuhan dan memberikan diri untuk diatur oleh kehendak Tuhan. Beliau mengilustrasikan sarung tangan, jika seseorang memberikan dirinya diatur oleh Tuhan maka sarung tangan itu akan berfungsi (ada tangan yang menggunakan sarung tangan) sebaliknya jika hanya sarung tangan saja tidak memiliki fungsi. Sarung tangan adalah manusia dan tangan adalah Tuhan. dr.Buce mengingatkan tangan bisa berkarya tanpa sarung tangan, tetapi sarung tangan tidak bisa berkarya tanpa tangan. Diakhir dr. Buce mengingatkan agar peserta memberikan dirinya untuk diatur oleh Tuhan. Setelah sarasehan selesai dr. Buce makan dan bercengkrama bersama staff di student center.

Di hari jumat, JOY mengadakan pelatihan. Dikesempatan kali ini JOY membuka kelas pelatihan periode 3. Pelatihan dilaksanakan di hari jumat karena ada banyak JOYer yang tidak bisa mengikuti pelatihan jika diadakan hari selasa seperti biasanya. Ada empat kelas yang dibuka pada pelatihan periode ini, diantaranya kelas 101 (sejarah JOY), 102 (hidup baru), 209 (bible outline), 304 (peer konseling).

Dikelas 101 ada 3 orang pengajar, Geti (ass staff), Edwin (Cell Group Leader) dan Glo (ass staff). Kelas pelatihan ini diikuti oleh 18 orang, ada yang sudah pernah ikut JFM dan sudah ikut Cell Group dan juga ada beberapa baru pertama kali ikut persekutuan JOY. Kelas pelatihan 102 diajar oleh Ria (calon staff). Kelas pelatihan ini diikuti oleh 5 orang. Kelas pelatihan 209 diajar oleh Presti , pesertanya ada 22 orang. Untuk kelas pelatihan 304 diajar oleh mb Riana, peserta yang ikut ada 16 orang.  Total peserta pelatihan hari Jumat 29 Agustus adalah 61 orang.

Sekian kabar seputar sarasehan dan pelatihan periode 3. Salam JOY Spirit. [Geti]

 

Online Ministry

Online Ministry merupakan salah satu dari ketiga Fokus Joy Fellowship selain dari Teachable Spirit & Regenerasi di tahun 2019 ini.

Online Ministry adalah media online yang dipakai sebagai alat oleh JOY untuk menjangkau mahasiswa-mahasiswa baru. Seiring dengan perubahan zaman, di era digital ini, mahasiswa lebih tertarik dengan informasi – informasi visual yang bergerak ataupun lewat suara melalui media online, sehingga JOY Fellwoship berinovasi mengembangkan Online Ministry yang diharapkan dapat membantu dalam proses penjangkauan.

Kegiatan Online Ministry yang sampai saat ini aktif dan sudah diakukan yaitu membagikan informasi melalui Facebook serta Instagram. Selain daripada itu, Online Ministry Joy Fellowship saat ini juga sudah memulai untuk menggunakan Platform YouTube sebagai sarana penjangkauan.

Dalam hal ini Online Ministry Joy membuat sebuah film pendek berjudul “Kisah 5 Sahabat” yang video pertamanya telah berhasil di unggah oleh Multimedia Ministry JOY di YouTube. Proses pengambilan gambar & peng-editan video beserta pemeran film pun semuanya dilakukan oleh Joyers.

Untuk video pertamnya bisa dilihat pada gambar dibawah ini:

dan untuk link Youtubenya:

 

https://youtu.be/lMkUWG-S15g

 

Diharapkan lewat film pendek ini, dapat memperkenalkan JOY Fellowship kepada seluruh masyarakat Indonesia maupun luar negeri dan dapat digunakan sebagai sarana penjangkauan [Gloria]

 

 

 

 

Final Decision

Sungguh mengucap syukur atas penyertaan Tuhan yang luar biasa dalam kehidupan saya hingga saat ini. Selama mengikuti pelatihan calon staff selama kurang lebih delapan bulan saya juga dipercaya untuk melayani teman-teman dari Cell group Rista, cell Group Dhea, dan Cell Group Sangra. Saya sangat menyadari masih sangat banyak kekurangan dan keterbatasan yang saya miliki dalam pelayanan ini namun dalam keterbatasan ini saya sungguh percaya bahwa Kuasa Tuhan yang tidak terbatas menyertai pelayanan saya melihat banyak hal yang boleh saya refleksikan selama masa on the job training.

Salah satu bagian pembelajaran penting itu adalah bisa menyaksikan campur tangan Tuhan yang terus bekerja terhadap tiga leader yang saya layani dalam mengerjakan skripsi hingga bisa menyelesaikan studi mereka dipertengahan tahun kemarin.

Mereka adalah Sangra, Dwi dan Onie. Sangra adalah leader Blok O yang baru lulus dari AMA YPK, yang berasal dari NTT. Sementara Dwi dan Onie adalah dua lulusan Arsitektur UKDW. Onie berasal dari Timor Leste, Dwi berasal dari Curup, Sumatera.

CG Onie yang menjadi CG Dhea
CG Onie yang menjadi CG Dhea

 

Selama delapan bulan itu, kedua leader UKDW sudah meregenerasi dengan baik sehingga keduanya sudah memiliki pemimpin baru sebelum mereka pulang ke asalnya masing-masing.

Dua cell group leader yang sudah selasai adalah leader dwi yang digantikan oleh leader rista dan leader Oni digantikan oleh leader Dhea.

Selain bergumul dengan diri sendiri untuk terus membangun hubungan pribadi yang intim bersama Tuhan saya menyadari dalam pelayanan ini saya juga harus berhikmat untuk menjaga kesehatan saya. Terkadang ingin menyerah karena merasa tidak mampu namun Tuhan selalu punya cara untuk memberikan kekuatan baru dalam diri saya dan menggerakan saya untuk komitmen mengerjakan Misi yang Tuhan ingin kerjakan dalam diri saya, dengan kekuatan manusia memang sangat terbatas namun inilah waktunya saya harus belajar untuk tidak mengandalkan kekuatan sendiri melainkan sungguh-sungguh menyerahkan semuanya dalam Tuhan.

Rasanya cukup lama jika memberikan waktu dua tahun saya di JOY namun kembali saya terus diingatkan dengan one thing saya ketika memutuskan untuk menjadi seorang full time di JOY yaitu saya ingin memberikan waktu terbaik saya untuk melayani Tuhan.

Mohon dukungan doa dari teman-teman untuk saya agar terus dimampukan dalam pelayanan ini dan terus diberikan roh kerendahan hati dalam Tuhan untuk terus memberikan yang terbaik untuk melayani Tuhan dan juga untuk orang-orang yang Tuhan percayakan untuk saya layani. [Ria]

Give Blood Save Life

Kegiatan Donor Darah ” Give Blood Save Life ”
Kampus III Gd. Bonaventura UAJY

Pada tanggal 16 Agustus 2019, JOY Fellowship bekerjasama dengan KACM UAJY dan PMI Pemerintah Kota Yogyakarta mengadakan kegiatan donor darah di Lobby utama Kampus III.

Kegiatan donor darah ini adalah salah satu dari Mass Meeting New Project (MMNP) yang dimana bertujuan sebagai penjangkauan mahasiswa-masiswa di kota Yogyakarta. Selain daripada itu, kegiatan donor darah ini juga bertepatan dengan Hari Raya Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus 2019.

Persiapan kegiatan ini dimulai sejak sebulan yang lalu, kami membentuk panitia pelaksana yang didalamnya terdiri dari anggota-anggota Joyers yang memang berkuliah di Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY).

 

Setelah panitia terbentuk, kami mulai mengurus dokumen-dokumen seperti proposal kegiatan dan perijinan peminjaman tempat dan fasilitas di kampus UAJY kemudian setelah disetujui, kami pun mengirimkan surat kerjasama ke PMI Kota Yogyakarta. Selesai dengan semua perijinan & kerjasama, kami panitia pun membuat Poster Kegiatan Donor Darah yang berisi persayaratan pendonor dan link untuk pendaftaran online. Poster ini telah di sebar 3 minggu sebelum kegiatan berlangsung dengan harapan banyak mahasiswa yang berminat untuk mendonorkan darahnya.

Sangat mengucap syukur karena untuk kegiatan donor darah ini Joyers yang terlibat sebagai panitia dapat bekerjasama dalam team dengan sangat baik dan excellent.

Untuk alat penjangkauan, kami pantitia pun membuat Kipas Promosi yang berisi informasi seputar JOY yang dibagikan kepada peserta donor darah.

 

Kegiatan Donor Darah berlangsung di Lobby Utama Kampus 3 UAJY Gd. Bonaventura pukul 09.00 WIB. Sebelum acara dimulai, kami joyers dan staff mulai setting dan berangkat dari Student Center (SC) jam 8 pagi, setelah sampai di lobby kampus, kami pun mulai menata ruangan lobby kampus agar memungkinkan peserta untuk mendonorkan dearah mereka dengan nyaman. Petugas PMI yang tiba di lokasi kegiatan berjumlah 5 orang, dimana 2 orang bertugas untuk mengecek tekanan darah dan kekentalan darah. 3 petugas lainnya bertugas untuk mengambil darah. Alur kegiatan dimulai dari mahasiswa akan mendaftarkan diri ke meja pendaftaran, atau bagi yang telah mendaftar online hanya membrikan paraf, kemudian mengambil nomor antrian. Para peserta kemudian dipangil satu persatu untuk cek kesehatan dan cek darah, dan peserta yang lain mengisi kuisioner sambil menunggu giliran.Tidak semua peserta bisa mendonorkan darah mereka. Bagi peserta yang lolos dan masuk kriteria pendonor, maka akan langsung di arahkan untuk pengambilan donor darah di ruangan yang sudah tersedia. Bagi peserta yang tidak memenuhi kriteria, sepertia darahnya kurang kental, atau darahnya terlalu kental, atau kurang berat badan, berarti belum bisa mendonorkan darahnya.

Joy Fellowship sebagai panitia pun menyiapkan snack dan teh untuk para peserta dan petugas Donor Darah agar kegiatan bisa berjalan dengan baik. Kegiatan donor darah ini berlangsung hingga pukul 15.00 WIB, dimana dilihat dari data yang terkumpul ada 101 orang peserta donor darah .

65 orang peserta berhasil mendonorkan darahnya, dan 36 orang peserta yang tidak masuk kriteria pendonor sehingga belum bisa mendonorkan darah mereka.

Setelah kegiatan donor darah selesai, dilanjutkan dengan set down peralatan-peralatan dari PMI dan juga menata dan membersihkan area lobby kampus kemudian dilanjutkan lagi dengan foto bersama petugas PMI Kota Yogyakarta dan joyers .

Mengucapak syukur dan berterima kasih atas pertolongan Tuhan Yesus serta doa dari teman-teman joyers, staff & alumni sehingga kegiatan Donor Darah ini dapat terlaksana dengan sangat baik.

Tuhan Yesus Memberkati Kita Semua. [Gloria]

CMC 2019 Journal 2

Core Member Camp Hari ke 2


Selamat hari minggu buat kakak-kakak alumni, di hari ke 2 ini kami bangun dan masing-masing langsung Quite Time dan siap-siap untuk makan bersama tidak lupa mengumandangkan lagu mars makan dengan penuh semangat.

Setelah selesai makan, sesi ke 3 (Sense of Belonging) yang di bawakan Kak Gina dimulai. Kak Gina menceritakan tokoh yang memberikan masa mudanya bertumbuh dalam komunitas dan semasa 30 tahun pelayanannya sebagai perdana menteri, membawa perubahan besar bagi negaranya sampai saat ini.

Kak Gina menjelaskan bahwa JOY adalah milik bersama dan mendorong teman-teman untuk punya sense of belonging terhadap komunitas seperti terlibat mendukung JOY melalui MOC, membangun budaya yang berlandaskan nilai-nilai JOY seperti budaya saling memdoakan, karena itu pentingnya buletin doa mingguan yang diproduksi publishing ministry dan diupload di web.

Belajar memberi dari hal kecil, jadi nanti kalau punya banyak tidak akan susah untuk memberi banyak.

Setelah sesi Kak Gina, kami break sebentar sebelum memulai sesi terakhir yang di bawakan mbak Riana.

Sesi ke 4 ini bertujuan untuk meng-encourange teman-teman dalam pelayanannya. Teman-teman diminta menulis surat untuk Tuhan, dan surat yg ditulis dibacakan ke 1 teman yang menjadi patnernya. Setelah itu masing-masing menuliskan encourage untuk patnernya.

Mbak Riana mengingatkan teman-teman core member bahwa Allah yang memberikan pertumbuhan dan mendorong mereka untuk menempel pada Allah agar bisa menjalani pelayanan yang dilakukan saat ini.

Sekian info seputar CMC kali ini, terima kasih atas semua dukungan yang diberikan untuk terselenggaranya CMC 2019 ini.

Salam JOY Spirit. [Geti]

CMC 2019 Journal 1

Core Member Camp Hari 1

Kami berangkat dari Jogja jm 12.37 dan tiba di kaliurang jm 13.40. setelah tiba kami langsung setting alat dan ruang aula.
Saat opening dibuka dengan lagu-lagu yang membuat kami semangat, sebelum memasuki sesi 1 (Evaluasi Fokus JOY) yang dibawakan oleh kak Presti. Di sesi ini kami mengevaluasi apa yang sudah dilakukan untuk mencapai fokus JOY di tahun ini, selain itu kami juga membahas sudah sampai mana pencapaian yang dilakukan.

Setelah sesi 1 dilanjutkan dengan break dan sesi 2 oleh Mba Riana. Di sesi ini membahas tentang URGENT – Regeneration.

Hal yang sangat Urgent yg sedang di alami JOY saat ini, baik di Cell Group maupun di Ministry masalah yang dihadapi adalah regenerasi.

Kami di bagi perkelompok untuk berdiskusi hal apa yang perlu dilakukan dan di tingkatkan dalam penjangkauan dan pendampingan. Kami di ingatkan lagi kalau penjangkauan ini harus dilakukan bersama-sama.

Setelah sesi mba riana, teman-teman diajak untuk tertawa dengan ice breaker yg lucu dan menyenangkan.
Setelah itu ada sesi kesaksian.

Teman-teman mensharingkan segala pergumulan dan tantangan yang dihadapi saat melakukan pelayaanan. Bagaimana mereka berjuang untuk out of the box, pergumulan studi mereka dan bagaimana mereka berjuang untuk menjadi model yang baik buat adik-adik di JOY.

Sebelum berlayar ke pulau kasur, ada prayer concert. kami berdoa untuk pelayanan JOY dan merayakan Ulang Tahun Indonesia dengan memanjatkan doa untuk bangsa. Setelah doa kami menyanyikan lagu Indonesia Raya. Hari pertama pun selesai, sebelum tidur seperti biasa minum susu dulu 😀.

Sekian info CMC hari pertama. [Geti]

Young and Pop

 

Simposium Pelayanan Kaum Muda VII “Young and Pop” yang diikuti selama dua hari (12-13 Agustus 2019) di STT Amanat Agung, Jakarta memberi beberapa masukan bagi pelayanan JOY.

Dalam melayani kaum muda, tidak dipungkiri bahwa kita akan terpapar dengan yang adanya pop culture. Ada berbagai respon dalam menyikapi hal ini. Ada yang menolak, ada yang menerima sepenuhnya bahkan saat ini pop culture juga memberi pengaruh dalam ritual keagamaan termasuk Kekristenan. Akan tetapi harus diingat bahwa kita ada dunia tapi tidak berasal dari dunia.

Sayangnya, justru banyak anak muda yang mencari dan menemukan “Yesus” lewat pop culture dibandingkan  lewat komunitas dan kakak-kakak rohaninya.

Lewat medsos, game online, musik dan movies kebutuhan untuk didengarkan, kebutuhan akan pencapaian terpenuhi .

Para pelayan kaum muda diharapkan tidak sekedar menjalankan program, tetapi “hadir” dalam kehidupan mereka. Dengan keterampilan untuk membaca memahami pop culture secara utuh dan menggunakannya sebagai alat untuk menjangkau dan memuridkan, berharap kita dapat menyentuh afeksi dan pengetahuan mereka dan membukakan mata mereka akan sosok Kristus dan kasihnya yang sebenarnya.

Dalam doa sore Kamis 15 Agustus ini kesempatan untuk membagikan hasil symposium sekaligus diskusi dari para JOYer terkait pelayanan kaum muda sekarang.

Bersyukur untuk kesempatan bisa mengikuti symposium dan hasil diskusi doa sore ini. [Presti]

Saat di SAAT

Tahun 2012, aku menyelesaikan studi konselingku di SAAT Malang dengan gelar MK (Magister Konseling). Tahun lalu, aku mendapat informasi dari kampus, bahwa Dikti mengeluarkan aturan baru bahwa gelar MK, ‘dilebur’ (aku agak susah mencari kata yang tepat) menjadi MTh  konsentrasi Konseling.

Untuk itu para lulusan MK, diberi kesempatan untuk mengikuti program Mth konsentrasi konseling dengan menambah beberapa SKS dan juga memperbaharui thesis, sesuai dengan bobot MTh konsentrasi Konseling. Sebenarnya bagiku gelar bukanlah masalah, tetapi aku pikir tidak ada salahnya aku mengikuti program ini, karena bagiku menjadi kesempatan untuk belajar lagi dan merefresh diriku lagi.

Jumlah SKS yang harus aku ambil  15 dan Thesis dengan bobot 6 SKS, jadi semua ada 21 SKS. Kuliah akan diadakan dalam bentuk intesif, artinya akan dilakukan dalam 2 minggu, kemudian tugas dikumpul lewat email. Kuliah pertama bulan juli dan kuliah kedua di bulan januari 2020. Sedangkan untuk thesis diberi waktu 2 semester untuk mengerjakannya.

Pertengahan juli kemarin aku mulai masuk kuliah.Aku bersyukur karena pihak kampus mendukung para siswanya. Selama dua minggu, kami bisa menginap di kampus dan untuk makan pun kami disediakan oleh pihak kampus. Untuk kuliah selama 1 tahun ini pun kami tidak dipungut biaya. Sungguh bersyukur untuk itu.

Juga untuk kebutuhan transport dan biaya yang lain selama di Malang pun, Tuhan cukupkan melalui beberapa teman yang mendukung. Aku sungguh bersyukur untuk itu.

Dalam kesempatan inipun aku mengambil waktu cuti 6 hari untuk bisa mengumpulkan bahan-bahan kuliah di perpustakaan

Hal lain yang paling aku syukuri selama 3 minggu adalah kesempatan seperti di charge bateraiku. Aku diberi kesempatan untuk disegarkan oleh materi-materi dari dosen, selain itu juga disegarkan dengan pertemuan dengan teman-teman berbagai angkatan. Saling sharing tentang pelayanan dan kehidupan masing-masing sungguh menyegarkan buatku. Mensyukuri bahwa aku tidak berjuang sendiri, banyak teman-temanku juga berjuang di ladang yang Tuhan sediakan buat kami masing-masing. Satu hal yang menarik di salah satu topik kuliah tentang kedukaan, kami bahkan diberi kesempatan untuk saling mengkonseling. Wah rasanya cukup melegakan karena aku bisa menemukan bahwa saya belum selesai dengan proses kedukaan atas meninggalnya sahabat saya setahun lalu. Rasanya lega bisa melewati proses itu. Bersyukur karena Allah sungguh terus bekerja memulihkan saya. Allah tidak dan belum berhenti memproses setiap kita, sampai kita masing-masing pulang ke rumah Bapa.

Walau kuliah cukup padat dan tugas presentasi juga menunggu di minggu yang sama, aku sangat bersyukur karena rasa-rasanya benar-benar retreat. Saya sungguh menikmati proses 3 minggu di Malang ini.

Doakan untuk proses ini, aku tahu ini akan sedikit rumit, karena kalau dulu aku kuliah tanpa terlibat pelayanan, sekarang aku terlibat pelayanan dan aku juga harus menyelesaikan tanggung jawab kuliahku. Doakan agar aku bisa membagi waktu dengan baik di antara keduanya dan bisa menyelesaikan thesisku tepat waktu (aku memakai yang lama hanya perlu direvisi dengan tambahan satu bab teologi dan mengganti dasar teori dengan sumber-sumber yang lebih baru ).

Di pelayanan aku juga sangat bersyukur karena Tuhan mempercayakan orang-orang untuk konseling, saya belajar banyak dari setiap proses konseling yang ada. Lewat konseling pun Tuhan memberi kesempatan untuk bertemu dengan orang di luar JOY bahkan bertemu dengan orang dengan kepercayaan yang lain. Doakan agar aku bisa berhikmat benar menyelesaikan tanggung jawabku dengan baik.

Secara pribadi antara deg-degan apakah saya bisa menyelesaikan tugas-tugas kuliah saya dengan baik dan tepat waktu. Doakan juga agar di tengah kesibukan ini kesehatanku tetap terjaga. Kemarin sepulang dari Malang, hasil lab agak jelek, mungkin karena aku terlalu capek. Doakan bair kesehatanku stabil dengan banyak tanggung jawab yang harus aku seleaikan. Terimakasih untuk setiap dukungan doa yang diberikan kepadaku. Tuhan Yesus memberkati. [Riana]