Visi dan Misi

Sejak 1993 JOY sudah bergumul tentang visi dan misi, lalu tahun 1997 tercipta visi JOY namun belum “memasyarakat”. Lalu di tahun 1999 misi dan visi JOY dirumuskan dan harus diketahui oleh segenap anggota JOY yang juga menjadi bagian dari kehidupan pribadi mereka.

Mission statement : WE ARE AMBASSADORS FOR HEAVEN TO THE EARTH”
Pernyataan tersebut merupakan tantangan atas panggilan amanat agung Yesus Kristus untuk memberitakan Injil ke seluruh dunia. Dalam memenuhi panggilan amanat agung tersebut syarat pertama yang harus dipenuhi adalah bahwa kita harus menyadari terlebih dahulu bahwa kita telah menjadi warga kerajaan Allah. Tanpa menjadi warga kerajaan Allah tidak mungkin kita dapat memberitakan hal-hal/kabar tentang kerajaan Allah kepada orang lain (dunia). Kemudian kita menjadi duta untuk membawa orang datang kepada Allah.

VISI JOY
1. Menjadi mahasiswa yang menular.
Sebagai ambassadors bagi kerajaan surgawi berarti anggota persekutuan JOY haruslah menjadi seorang pengikut Kristus yang membawa pengaruh dan mampu mempengaruhi orang lain, baik itu keluarga, teman, kerabat maupun lingkungan dimana dia berada. Kehidupan yang menular dapat kita teladani dari kehidupan jemaat mula-mula yang begitu membawa pengaruh terhadap kehidupan masyarakat di mana mereka tinggal. Sehingga orang lain yang ada di sekitarnya akan punya kerinduan dan keinginan menjadi warga kerajaan Allah
2. Menjadi mahasiswa yang berkomitmen
Seorang yang berkomitmen berarti seseorang yang merelakan seluruh miliknya termasuk waktu, tenaga, bakat, bahkan hidupnya untuk Tuhan. Persekutuan Joy punya visi melatih dan memuridkan para mahasiswa menjadi pengikut Kristus yang berkomitmen sehingga ketika menjadi duta Allah di bumi tawaran duniawi tidak akan mengoyahkan imannya untuk melepaskan status kewarganegaraannya di kerajaan Allah kepada tawaran Dunia.
3. Menjadi mahasiswa yang kontemporer.
Sebagai duta Allah kita punya aturan hidup yang standar yaitu firman Tuhan. Menjadi mahasiswa yang kontemporer berarti kita harus kreatif menciptakan kesempatan untuk menyaksikan kerajaan Allah melalui pendekatan yang dimengerti dan dipahami oleh dunia. Kita harus dapat memakai sarana dunia sehingga mereka dapat mengerti dan menikmatinya. Memakai cara dunia bukan berarti kita kompromi dengan dunia tetapi bagaimana kita menyampaikan kebenaran firman itu supaya dapat dimengerti oleh orang dunia.