International JOY Conference (Journal 3)

Tgl 31 juli 2018

Pagi hari kami disambut pemandangan indah pantai yang mengingatkan kami betapa luar biasanya Allah kita. Jam 7 kami mulai dengan morning devotion. Bang sopar membagikan Firman yang diambil dari Matius 14:22-33 tentang Yesus berjalan di atas air. Firman ini mengingatkan lagi untuk terus berpengalaman iman dan itu adalah pengalaman yang selalu baru.
Setelah makan pagi acara berikutnya adalah reporting dari JOY Korea dan China. masing-masing negara mensharingkan perkembangan situasi mereka, kami belajar satu lagu dari negara yang bersangkutan. Hari ini kami belajar dua lagu dari Korea dan China.

JOY Korea tersebar di 10 area. Setiap area memiliki staf masing-masing. Mereka juga menceritakan tantangan yang dihadapi.
JOY China melayani di 4 kota yaitu Bejing, Xian, Guanzhou, Shianghai. Masing-masing staf di kota yang bersangkutan menceritakan perkembangan dan pergumulan yang dihadapi. Secara khusus bercerita bagaimana tantangan yang dihadapi dari pemerintah yang ada. Pemerintah tidak mengijinkan pertemuan lebih dari 15 orang. Jika lebih dari 15 orang maka polisi bisa datang untuk menginterogasi. Jadi pertemuannya berbentuk cell group. JOY China juga memulai pelayanan di Penang tahun ini karena banyak orang keturunan China di sana.
Kejutan muncul ketika beberapa alumni JOY Korea mengunjungi International JOY conference. Ada yang masuk JOY tahun 1961, ada yg berasal dari Korea Utara. Rasanya terharu melihat mereka. Aku membayangkan JOY Indonesia beberapa tahun yang akan datang, alumni-alumni JOY yang terus mengikuti Kristus sampai masa tua mengunjungi retreat adik-adik JOY-nya. Wah….so sweet. Para alumni mentraktir kami ayam dan cola (yang kami nikmati setelah sesi Pak Son).

 

Permainan ala JOY

Sesudah menikmati makan siang, kami bermain Yut Nori/yunnori games secara kelompok. Suasananya sangat JOY, semua bergembira dan tertawa bersama. Setelah berhasil menemukan satu pemenang, kami bersama-sama menuju pantai dengan mengendarai mobil, kira-kira 5 menit.

Sebenarnya aku dan Gina sudah menyiapkan diri untuk berenang di pantai, tetapi begitu kami sampai dan berada di tepi pantai, kami dengan berat hati membatalkan untuk berenang karena cuaca sangat panas. Aku dan Gina memilih mengobrol dengan beberapa teman yg juga memutuskan tidak berenang.

 

Simplicity

Pak Son menjadi pembicara di Evening Meeting. Sebelum Pak Son sharing, kami bersama masuk dalam Praise and Worship. Tema sharing pak Son adalah The invincible (I samuel 17:28-49), kisah tentang Daud yang mengalahkan Goliat.

Ada 3 hal yang dapat diambil dari kisah ini.
1. Kesederhanaan kekuatan Daud.
Daud memakai senjata yang ada padanya. Ia bukan mencari yang tidak ada padanya. Dalam pelayanan seringkali kita bisa protes karena tidak ada fasilitas ini, fasilitas itu, dari Daud kita belajar untuk belajar memakai apa yang ada pada kita dari pada protes.
2. Daud sudah biasa mengunakan umban (senjatanya).
Bukan suatu kebetulan umban Daud mengenai dahi Goliat dan Goliat mati. Daud telah berlatih menggunakan umban ketika ia menggembalakan domba. Dalam pelayanan kita belajar dari Daud untuk terus melatih skill kita, dalam hal ini belajar Firman Allah.
3. Kekuatan Daud ada di dalam nama Tuhan.

Setelah sesi Pak Son ini, kami bersama-sama makan ayam. Sekali lagi kami tertawa bersama, main games secara spontan di mana yang kalah harus makan potongan ayam. Hal ini jadi seru karena kami melakukan saat kami sudah kenyang. Benar-benar kami merasakan kesatuan sebagai JOYer. Setelah itu kami kembali ke kamar kami masing-masing untuk beristirahat![RN]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *