Seoul (Journal 7)

­

Tanggal 4 Agustus 2018

Akhir Pekan Yang Spesial

Hari ini kami makan siang besar karena dihadiri oleh beberapa orang. Secara khusus Mr & Mrs. Shim, salah satu pendukung mengajak kami makan bebek di daerah Jamsil. Mr & Mrs. Shim biasanya setia mengajak bertemu dan berbagi cerita dengan  para staff yang datang ke Seoul. Mr. Shim sendiri sudah sepuluh kali mengunjungi Indonesia, lima diantaranya mengunjungi JOY.

Hadir juga Pak Son dan Ibu Son, Narae dan Kak Yeri yang ngelaju dari PyoungTaek, Pak Kyung dan Se Hyoun – anaknya yang tertua yang sedang liburan di Seoul, bersebelas kami makan bersama.

Setelah itu dilanjutkan dengan jalan-jalan di Lotte World Mall yang terkenal dengan Lotte Tower-nya, bangunan dengan tinggi 123 lantai, tertinggi di Korea Selatan (bahkan lebih tinggi dari Namsan/Seoul Tower yang berada di atas bukit). Di sana, kami melanjutkan minum kopi sambil ngobrol-ngobrol bersama Pak Kyung, Narae dan Kak Yeri.

Kami sangat bersyukur melihat mereka dalam keadaan baik dan sehat. Pak Kyung sedang di Korea dan akan kembali ke Kuala Lumpur pada tanggal 16 Agustus mendatang. Kami sempat video call dengan ibu Kyung yang sedang menemani aktivitas Do Hyun di sana. Sekarang Do Hyun sudah SMA di Kuala Lumpur. Se Hyun sudah kuliah Amerika Serikat dan sedang berlibur di Korea. Anak-anak Pak Kyung sudah besar-besar sekarang, baik dari segi usia maupun fisik. Melihat Se Hyun sekarang, mengingatkan saya pribadi bahwa saya sudah cukup lama ada di JOY. Pertama kali saya datang ke JOY, Se Hyun masih sangat kecil dan Ibu Kyung sedang hamil Do Hyun di perut. Sejak 2015, Pak Kyung melayani di lembaga pelatihan untuk Misi di Kuala Lumpur sembari menempuh gelar Ph.D di sana. Selama bulan Januari-Mei kegiatannya di lembaga pelatihan tsb sangat padat. Namun Juli-Agustus lebih longgar sehingga bisa ke Korea untuk beberapa kegiatan termasuk menghadiri International JOY Conference (IJC).

Kabar gembira juga datang dari Kak Yeri dan Narae. Sekarang kak Yeri sudah dapat SIM sehingga bisa pulang-pergi ke tempat kursus bahasa Korea dengan mengendarai mobil. Toefl-nya sudah memenuhi syarat dan menanti kelulusan bahasa Korea.

Doakan untuk proses rencana studi-nya, agar Kak Yeri bisa dapat beasiswa dan segala proses administrasi di PUTS berjalan lancar.

Narae sekarang sibuk menjadi guru musik di Pyoung Taek. Senang bisa melihat mereka berdua sehat-sehat. Kami saling membagi perkembangan terkait pelayanan dan keseharian.

Berpegang pada Tuhan

Setelah beberapa jam jalan-jalan di Lotte, kami diantar ke Jamsillaru untuk bertemu Pak Son dan Ibu Son lagi. Acara berikutnya adalah makan malam bersama dengan Pendeta Song. Beliau secara khusus mentraktir kami di daerah utara Han, dekat Gyeongbokgung. Dalam perjalanan, kami melihat pemandangan demo protes kenaikan upah pekerja. Rasanya seperti di Jakarta saja.

Pendeta Song menjadi pembicara general retreat awal tahun ini. Kami sangat diberkati dan di-encourage dengan semangat beliau membagikan pengalaman dan pengetahuan di Korea. Beliau adalah pendeta di Baltimore, Amerika Serikat yang diundang menjadi pembicara di beberapa gereja dari bulan Juni hingga September. Dalam pembicaraan dengan Pendeta Song, beliau mengingatkan untuk terus berpegang dan berakar di dalam Tuhan dan meletakkan segala hal terutama kekhawatiran di dalam pengharapan kepada Kristus. 

Setelah makan malam, kami kembali ke JOY Office untuk beristirahat. Ada banyak sukacita karena bisa menikmati waktu berkualitas dengan orang-orang yang sudah lama tidak kami temui. Tuhan melakukan banyak hal yang baik dalam hidup masing-masing orang dan bisa menyaksikannya adalah kasih karunia Tuhan yang kami syukuri. [GN]

One Reply to “Seoul (Journal 7)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *