Mission Korea 2018 (Journal 11)

Tanggal 8 Agustus 2018

Pagi ini kami berangkat ke kampus Sejong bersama-sama dengan menggunakan bus yang disediakan oleh panitia. Setelah sarapan kami mengikuti kelas Internasional yang dimulai dengan presentasi dari direktor Mission Korea tentang mission korea (MK). MK merupakan kerjasama dari 3 bagian yaitu dari gereja, campus ministry dan mission agency. Di dalam logo tahun ini ada tulisan 8818 artinya dimulai tahun 1988 dan MK tahun ini di tahun 2018. Tahun ini peringatan MK yang ke 30 tahun. Hal yang paling menarik dalam penjelasan ini adalah prinsip partnership dan service dalam penyelenggaraan MK.

Setelah itu kami melanjutkan diskusi kami dengan beberapa pertanyaan yang diajukan yaitu:
Apa itu misi dan mengapa harus berpartnership? Bagimana mempersiapakan generasi selanjutnya.

Setelah itu kami berkumpul bersama di aula besar dan memulai dengan mendengar satu orang misionaris yang melayani di Bhutan. Ia pernah menjadi peserta MK 2006 dan 2010. Ia menceritakan tentang pengalaman dan juga tantangan yang dihadapi. Dia mengatakan bahwa orang percaya adalah orang yang punya kehidupan yang bermisi.

Sesudah kesaksian diadakan penjelasan tentang trend misi secara global. Tentang bagaimana teknologi sekarang berkembang. Generasi yang ada sekarang adalah generasi milenium. Kunci dalam misi untuk menjangkau generasi sekarang adalah partnership bukan bekerja sendiri.

Setelah itu wakil beberapa negara menyanyikan lagu “How Great is our God” dalam bahasa masing-masing. Gina mewakili menyanyi dalam bahasa Indonesia. Sebagai tambahaan info yang menyegarkan panita menyebut wakil masing-masing negara dengan sebutan International Singer.

International Festival

International festival dimulai jam 13.30-17.00. Kami membawa kripik tempe, sambel terasi botol dan sambel roa yang diberikan oleh Wens kepada kami. Oh ya, tak ketinggalan juga kami bawa 5 indomie goreng, gantungan kunci, slayer batik, kopi sachet, kopi Toraja. Hal yang lucu ketika pengunjung stan kami mencoba sambal terasi dan sambal roa, ekpresinya berbeda-beda ada yang kepedasan ada yang mengatakan tidak pedas sama sekali. Satu hal yang kami temukan adalah bagi orang Jepang dan Ghana sambal tersebut pedas, tetapi bagi kebayakan orang korea tidak terasa apa-apa. Senang sekali dapat berinteraksi dengan teman-teman dari berbagai negara.

Sambil ngobrol tak lupa dong berfoto bersama. Aku dan Gina sempat mencoba pakaian adat Ghana.
Setelah makan kami mengadakan Ibadah sore yang
dimulai dengan praise and worship. Yang unik dari praise and worship kali ini adalah menyanyikan beberapa theme song MK. Dimulai dengan theme song MK 1988.

Rev Lee Tae-woong kemudian membagikan firman Tuhan dari
Yohanes 3:16-21, yang mengingatkan kembali tentang kasih karunia Allah kepada kita orang berdosa. Kita mendapat garansi bahwa kita akan bersama dengan Allah selamanya.
Setelah itu ada kesaksian juga dari satu misionaris yang melayani di Laos, yang kembali mengingatkan bahwa hal pertama yang penting dalam misi adalah relasi dengan Allah.

Setelah itu kami menaikkan beberapa pokok doa. Yang paling berkesan dan menyentuh adalah ketika kami berdoa untuk para misionaris yang hadir. Para misionaris kemudian diundang untuk naik ke panggung daan kemudian kami mendoakan bersama-sama. Pak Son ada diantara misionaris tersebut. Secara pribadi ketika melihat Pak Son maju rasanya sangat-sangat terharu. Mengucap syukur atas pribadi Pak Son yang menjadi bagian rencana Tuhan untuk memanggil dan membentuk kita semua melalui persekutuan JOY.

Sesudah berdoa, kembali ibu direktur MK memberikan penjelasan tentang sejarah MK. Di antaranya sepanjang tahun 1988-2016, MK telah mengirim 35.567 misionaris. Hal yang paling menonjol dari MK menurutku adalah partnership. Dimulai dari JOY mission kemudian IVF meneruskannya demikian seterusnya. Spirit of unity menjadi hal yang indah. Mission bukan satu orang tetapi banyak orang yang terlibat. Banyak organisasi misi yang terlibat. Hal yang menarik sepanjang 16x penyelenggaraan MK ada 2 lembaga misi yang selalu ada yaitu GBT ( Global Bible Translation) dan OMF.

Setelah itu kami mengisi lembar komitmen dan menyatakan komitmen kami bersama-sama.

Hari ketiga Mission Korea sudah hampir berlalu. Bersyukur untuk pemeliharaan Tuhan terutama kesehatan selama tiga hari di universitas Sejong ini. [RN]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *