Seoul (Journal 13)

 

Tanggal 10 Agustus 2018

Hari ini kami meninggalkan kampus Konkuk untuk kembali ke kantor JOY. Walau badan capek tetapi hati kami senang atas semua pengalaman iman dan sukacita selama mengikuti Mission Korea.


Setelah beberapa waktu beristirahat, kami makan siang bersama dengan Myoung Hee. Dia mentraktir kami makan ikan bakar ala Korea. Tentu saja kami berfellowship time bersama dengan mengobrol. Ternyata Myoung Hee masih ingat lagu “Make The Right Choice” karena dulu waktu di indonesia, dia ikut bergabung dalam acara tersebut. Bahasa Indonesianya juga masih lancar menurut kami, walau dia mengaku bahwa sudah lupa banyak kata dalam bahasa Indonesia.
Begitu selesai makan kami melanjutkan perjalanan menuju Namdemun, sebuah pasar yang ada di Korea. Beberapa penjual ternyata mengerti beberapa kata bahasa Indonesia mungkin karena banyak orang Indonesia yang maen ke Korea.


Setelah itu kami pergi ke daerah Sadang untuk makan malam bersama dengan Sung Inkyu yang pernah datang ke Indonesia bergabung di tim LIP (Love Indonesia Project) ke 5 sekitar tahun 2001. LIP adalah program di mana beberapa orang Korea datang ke Indonesia untuk melayani selama beberapa minggu. Dia juga sempat bekerja beberapa tahun di kedutaan besar Korea di Indonesia. Sung Inkyu atau nama bekennya Bowo, sangat dekat dengan JOY tahun 2002 dan 2004. Ia ikut membantu ketika tim Mission Korea datang ke Korea. Selain dengan Sung Inkyu kami makan bersama dengan Yang Dong Chul seorang misionaris melalui dunia pekerjaan. Dia seorang bankir yang terbeban untuk melayani orang muslim dan di Mission Korea membagikan kesaksiannya. Dia juga belajar tentang hukum syariat islam di Malaysia. Selain mereka berdua hadir juga Ibu dan Pak Son. Senang sekali dapat ngobrol banyak hal dengan mereka. Yang Dong Chul banyak cerita pengalamannya selama bekerja 3 tahun di Jakarta. Aku terkesan bagaimana caranya membangun relasi dengan teman-teman kantornya. Ia belajar bahasa Indonesia dengan keras bahkan bahasa gaul pun dia belajar. Dia membangun relasi termasuk dengan lewat makanan. Banyak pegawai di tempatnya bekerja adalah orang Betawi mereka suka makan jengkol dan dia pun menyesuaikan dengan ikut makan jengkol bersama-sama dengan mereka. Melihat semangat misi mereka membuat aku teringat apa yang disampaikan di Mission Korea kemarin bahwa semua orang Kristen adalah missionaris. Membawa kabar baik tentang Yesus kepada semua orang. Missionaris bukan hanya orang-orang yang pergi ke pedalaman.

Semua orang kristen dipanggil untuk menjadi missionaris karena itu adalah amanat agung.

Setelah itu, kami pulang ke tempat kami masing-masing. Kami bertiga pulang dengan gembira ke Jegidong. [RN]

Leave a Reply

Your email address will not be published.