Melayani dengan Benar, Melayani dengan Kasih

Sebuah pertanyaan sebelum sharing firman di doa pagi hari ini, “Selama melayani sebagai pekerja pernah nggak kalian berpikir: aku ngapain yaa ada disini? Kenapa aku harus melayani si A atau si B dengan segala keunikannya?” Setelah memikirkannya beberapa menit saya menjawab, “Nggak!”

Jawaban ini muncul karena alasan-alasan berikut. Pertama, karena saya paham betul saya sedang melakukan apa di sini. Butuh proses pemikiran yang cukup panjang untuk akhirnya memutuskan menjadi bagian dari pekerja full time di JOY. Bukan keputusan yang diambil berdasarkan ide sesaat, bukan juga keputusan yang didukung penuh oleh semua orang.

Ini adalah ketetapan hati dan sebuah langkah iman yang tidak mudah tetapi saya merasa ada damai sejahtera di hati ketika dijalani.

Alasan kedua karena selama saya melayani sebagai asisten staf di HRD dan MMD saya diarahkan dan dibimbing untuk menemukan fokus yang benar dalam melayani melalui pelatihan-pelatihan, mentoring, diskusi dan juga refleksi pribadi saya bersama Tuhan. Ketika keluhan mulai muncul, saya ditegur melalui sharing firman di doa pagi. Ketika pikiran-pikiran aneh mulai singgah, saya diingatkan melalui proses mentoring. Ketika merasa down dan sedih, saya dihibur melalui cerita di pertemuan ministry. Ketika sedang marah dan jengkel, saya belajar untuk mengolah emosi dan menjadi lebih sabar.

Awalnya saya pikir ketika saya melayani sebagai pekerja saya yang akan memberi, ternyata saya yang menerima, begitu banyak hal. Saya pikir saya akan mengajar saja, ternyata saya pun banyak belajar dari orang-orang yang saya damping.

Belajar untuk mendelegasi tugas dengan leader-leader, belajar mengenal diri dari konflik-konflik yang hadir, belajar dari teman-teman baru yang setia, belajar berbagi dari kekurangan dan masih banyak lagi. Pengalaman-pengalaman ini yang menjadi alasan lain yang membuatku sangat bersyukur bisa melayani teman-teman mahasiswa dengan segala keunikannya.

Saya menyadari bahwa rekan pekerja dan teman-teman yang saya layani tidak sempurna, saya juga tidak sempurna dan dalam pelayanan bersama dalam waktu 1 tahun 3 bulan ini saya bersyukur bisa saling melengkapi, saling mendukung dan bertumbuh. Waktu-waktu yang berharga disini membentuk saya untuk melayani dengan benar dan melayani dengan kasih. [Agnes]

Leave a Reply

Your email address will not be published.