Berkomitmen Untuk Melayani

          Suasana ThPM 25 APRIL 2019

Beberapa hari lalu, ketika membaca pernyataan Menteri Pertahanan Srilanka terkait pelaku pengeboman gereja di hari Paskah adalah orang-orang terpelajar yang mengenyam pendidikan di negara maju seperti Australia dan Inggris, muncul pertanyaan tentang dasar tindakan mereka.

Orang-orang ini berkomitmen penuh untuk menjalankan apa yang mereka yakini. Kata komitmen di sini merujuk pada pengertian yang diberikan oleh Oxford dan Cambridge Dictionary yakni the willingness to work hard and give your energy and time to a job or an activity or to something that you believe in.

Terlepas dari status sosial dan akademik mereka, komitmen kepada keyakinan mereka menjadi landasan perbuatan keji yang mereka lakukan.

Di masa lampau, ketika gereja abad pertama bergumul dengan penindasan, penganiayaan dan pembantaian yang serupa di bawah pemerintahan Nero, Paulus memberi teladan bagaimana harus hidup yakni dengan berkomitmen kepada Allah dan berkomitmen untuk melayani.

Dalam surat kepada Timotius pasal 4:1-8, Paulus mengingatkan supaya orang percaya harus tetap berkomitmen menyampaikan kabar sukacita, menegur, mengencourage satu dengan yang lain, melakukan penginjilan, menjadi pelayan Allah.

Sampai akhir hayatnya, Paulus yang dipenjarakan di Roma menunjukkan teladan kesetiaan dan komitmen melayani Kristus.

Pesan yang sama diberikan Paulus juga kepada jemaat sekarang termasuk di JOY.

Dalam ThPM hari ini, ada dua kesaksian JOYer yakni Nael dan Adele yang sama-sama bergumul dalam Skripsi.

Tantangan yang dihadapi dapat membuat mereka menyerah, namun Nael seperti bible study dari Ayub menguatkannya untuk tetap sabar dan setia meskipun harus ganti judul skripsi. Demikian juga dengan Adele yang bergumul dalam study menanti acc dosen juga dalam kenyataan pelik antar orang tua, dikuatkan oleh kesetiaan Paulus di penjara sampai akhir untuk tetap melayani.

Thursday Prayer Meeting (ThPM) menjadi momentum bagi JOYer untuk disegarkan lagi akan panggilan melayani dengan komitmen dan kesetiaan kepada Kristus. ThPM menjadi kesempatan bagi JOYer untuk berdoa bersama bagi bangsa dan negara, bagi persekutuan JOY dan pelayanan Easter yang diadakan sehari sesudahnya yakni 26 April 2019.

Seperti kata Paulus, setia menjadi pelayan termasuk dengan melakukan evangelism. (2 Tim 4:5)

Gaya JOY adalah gaya Matius yakni dengan mengundang orang hadir di Easter untuk mendengarkan kabar sukacita kebangkitan Kristus. Faktanya, banyak juga orang Kristen yang kehilangan iman akan kebangkitan Kristus.

Survey BBC yang terakhir menunjukkan bahwa 50% orang Kristen di Inggris mengaku tidak percaya bahwa Yesus bangkit dari kematian. Jika demikian, apa maknanya iman kekristenan? 

Menjadi pengikut Kristus atau menjadi orang Kristen artinya percaya pada kebangkitanNya. Karena seperti kata Paulus, jika Kristus tidak bangkit, sia-sialah iman kita.

Semoga, kita terus setia berkomitmen melayani Allah dalam segala situasi termasuk dalam perayaan Easter di tahun 2019 ini. Tuhan berkati. [GN]

Leave a Reply

Your email address will not be published.