Disiplin Rohani

“Profesi apa yang paling kelihatan efeknya jika tidak disiplin?”, Kak Riana membuka sharingnya dengan pertanyaan sederhana. Jawabannya adalah atlet. Seorang atlet yang disiplin berlatih pasti berbeda hasilnya dengan seorang atlet yang tidak disiplin dalam berlatih. Beberapa atlet bulu tangkis dijadikan contoh tentang hubungan prestasi dan disiplin berlatih.

Hasil tidak mungkin mengkhianati proses.

Thursday Prayer Meeting 16 Mei 2019 mengangkat tema “Disiplin Rohani”. ThPM  seperti biasa dibuka dengan bubur ayam ala Pak Sugeng pada pukul 18.00 dan dilanjutkan dengan kesaksian dua orang JOYer yakni Adet dan Oya. Adet punya cerita menarik bagaimana Tuhan menolong dia ketika hampir tenggelam di pantai selatan hari minggu sebelumnya ketika CG Edwin mengadakan refreshing. Tuhan sungguh menolong karena dayanya hampir habis ketika ombak mencoba menyeretnya ke lembah laut.

Oya juga sharing bagaimana Allah menjawab pergumulan keuangannya ketika harus membayar uang kuliah padahal deadline tugas akhir dikumpulkan sudah dekat. Syarat pendaftaran tugas akhir adalah pembayaran. Dengan terbuka, Oya membagikan pengalaman imannya kepada sesama JOYers untuk didoakan. Puji Tuhan, dosen pembimbing memberi kesempatan bimbingan meskipun tenggat waktu bayar sudah hampir lewat.

Tuhan seringkali menolong dengan cara yang tidak diduga. Pertolongannya selalu tepat, tidak terlambat.

Bersyukur kesempatan ThPM mengingatkan JOYer untuk terus mendukung dalam doa satu sama lain. Mengingatkan juga betapa berharganya mendoakan Bangsa dan negara Indonesia, Yogyakarta tempat JOYers menimba ilmu dan bagi persekutuan JOY tempat bertumbuh.

Kak Riana menutup ThPM dengan sharing mengencourage setiap orang untuk terus berlatih secara rohani, disiplin membangun relasi dengan Allah melalui Quiet Time, doa , puasa, membaca buku dan bahkan pelayanan.

Demikian reportase ThPM kali ini. Tuhan memberkati [Pubs]

Leave a Reply

Your email address will not be published.