Belajar lagi Belajar dari sini

Saat pemerintah memberi keputusan untuk self distancingself isolation, self quarantine, lockdown serta WFH, akhirnya JOY pun harus mengikuti aturan pemerintah dan melakukan WFH. Mau tidak mau pelayanan yang dilakukan via online. Sejak saat itu dalam benak saya timbul pertanyaan “sampai kapan ini akan berakhir”? Karena sejujurnya saya kurang suka melakukan semua hal secara online. Apalagi saat ini saya masih menjalani pelatihan staff. Hal ini sangat membuat saya stres karena harus menjalani pelatihan secara online. 

Awal melakukan self quarantine saya merasa biasa saja, namun selang berjalannya waktu, perasaan bosan mulai muncul. Untungnya selama masa pandemi ini saya bersama kak Glo yang menjaga Student Center JOY (SC), dan akhirnya saya menyibukan diri dengan hal-hal produktif di samping pelayanan seperti masak-masak, belajar musik, nonton, baca buku, membersihkan SC dan lain-lain.

Sayangnya, menyibukkan diri dengan hal sekunder malah membuat saya mengabaikan tugas pelatihan yang menjadi prioritas saya. Sedihnya, bahkan sebulan penuh saya tidak menyentuh tugas pelatihan tersebut. Setiap kali ada niat untuk mengerjakannya, entah kenapa bawaannya malas terus. Hingga satu ketika saya seperti disadarkan Tuhan melalui salah satu staff yang menanyakan soal jadwal monthly planning saya.

Jujur bahwa pada awal WFH saya sama sekali tidak membuat jadwal atau monthly planning. Aktifitas saya selama pandemi yang teratur setiap hari adalah tidur jam 21.30 atau jam 22.00, kemudian bangun pagi jam 5.30 atau jam 6.00, lalu saat teduh dan setelah itu doa pagi dan setiap hari senin rapat staff via online, dan setelah rapat saya akan membuat laporan keuangan. Selain itu random. Saya melakukan hal-hal sesuka hati saya.

Setelah ditanya tentang monthly planning, saya diberikan presentase pelatihan saya, dimana hingga bulan Mei belum mencapai 50%. Saat itu saya duduk dan merenungkan apa yang saya lakukan selama pandemi ini, dan melalui pertanyaan singkat itu saya disadarkan bahwa selama masa pandemi ini saya banyak menyibukan diri dengan banyak hal, namun lupa untuk melakukan prioritas saya saat ini yaitu selain melakukan pelayanan saya dibagian manajemen, saya juga harus belajar dan  menjalani pelatihan sebagai calon staff.

Saat itu saya menyesali apa yang saya lakukan. Saya sangat bersyukur karena Tuhan sungguh mengasihi saya dan terus mengingatkan saya melalui orang-orang disekitar saya melalui hal-hal kecil.

Dan dengan kasihNya mendorong saya untuk bisa keluar dari zona nyaman. Saya yang tadinya malas-malasan dan stres karena harus pelatihan secara online, jadi semangat untuk mengerjakan tugas-tugas pelatihan yang ada. Puji Tuhan presentase pelatihan saya mulai meningkat. Dan hal itu membuat saya sangat bersyukur walaupun masih ada beberapa yang tertinggal, tapi saya percaya Tuhan akan terus memampukan saya melewati semua ini.

Saya sangat lega dengan semua yang terjadi. Namun beberapa minggu saat saya sedang semangat-semangatnya, masalah baru timbul. Bukan dari lingkungan pelayanan saya, namun dalam keluarga saya. Hal itu kembali membuat saya sangat stres, dan putus asa. Kembali saya bersyukur karena Tuhan Yesus tidak meninggalkan saya. Di saat saya mulai marah dengan keadaan yang saya alami, Dia terus memberikan damai dalam hati saya dan mengingatkan saya untuk terus percaya padaNya, bahwa Dia punya kuasa untuk menolong dan memulihkan keluarga saya.

Dari semua ini saya belajar lagi untuk tidak menjadikan keadaan yang tidak diinginkan menjadi alasan untuk tidak melakukan prioritas yang harus dilakukan dan bahkan meninggalkan Tuhan.

Dan ketika melihat karya Tuhan yang terus menolong saya, saya terus diteguhkan bahwa seberat apa pun keadaan yang saya alami, yang walaupun tidak sesuai dengan yang saya ingini, Tuhan ada disana dan siap untuk menolong. Sebab Dia Tuhan yang setia dan tidak akan meninggalkan anak-anakNya.

Mungkin yang saya alami hanyalah suatu hal yang kecil. Namun dari situlah Tuhan menunjukan kuasaNya dalam hidup saya. Saya percaya bahwa ketika Tuhan menunjukan kuasaNya melalui hal kecil yang saya alami, diatas semuanya itu Dia juga sanggup menolong kita semua dalam menghadapi masa sulit dalam hidup ini, khususnya dalam menghadapi masa pandemi ini.  Apapun keadaan yang dialami, tetaplah berpegang teguh dalam iman kepadaNya karena Dia Tuhan tidak pernah pergi. Dia selalu ada apapun keadaannya. [Oya]

God Bless 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *