JOY 28th Anniversary

Tidak terasa 55 hari lagi, JOY akan merayakan anniversary yang ke-28. Di usia 28 tahun, JOY mencoba melihat dirinya sebagai komunitas yang matang dari segi iman dan dependensi.

Bersyukur Tuhan masih memelihara persekutuan ini di tengah situasi pandemik yang tidak menentu dan menyulitkan.

Karena itu, pada moment ini tema anniversary adalah HOPE FOR THE NATION! Dimana anak muda sekarang (Generasi Z yang dilayani oleh persekutuan JOY) adalah Harapan masa depan karena KRISTUS di dalamnya.

Tema ini diambil dari Matius 12:15-21 dan akan disharingkan oleh Pak Son.
Perayaan Anniversary akan berlangsung sangat sederhana di kantor JOY Seturan, dengan jumlah quota 30 orang (sesuai aturan SE Walikota Yogyakarta). Selebihnya dapat menikmati melalui zoom dan LIVE youtube!

Catat tanggalnya, dan nantikan ZOOM ID-nya ya! Tuhan memberkati! [Gina]

Karya Roh Kudus

Masih ingat Khotbah Pak Son pada Anniversary JOY yang ke-27 di Cornerstone, Hartono Mall tahun 2019 lalu?

Tak terasa satu tahu hampir berlalu. Jika sudah agak-agak lupa (sekitar hampir setahun e!), JOYers bisa mengakses youtube channel JOY Fellowship Indonesia di sini .

Tahun lalu, Pak Son berbicara tentang peran Roh Kudus dalam jemaat abad pertama, dalam persekutuan JOY sejak awal lahir di tahun 1992 dan harusnya tetap dimiliki dan menjadi sumber inspirasi bagi JOY hingga kini.

Firman Tuhan dari Efesus 2: 11-22 berbicara tentang dua kelompok di gereja Efesus.

Di gereja mula-mula ada dua kelompok, yaitu kristen yang latar belakangnya sangat amat berbeda, yaitu orang Yahudi dan orang Yunani. Mereka sangat berbeda.

Di luar gereja biasanya orang-orang dari latar belakang ini menyapapun tidak. Namun di dalam gereja dua kelompok ini sangat rukun sampai mereka menjadi satu. Karena itulah orang-orang di luar gereja memberi nama baru ‘Kristen’ sebagai julukan. Kerena mereka tidak bisa menemukan kesamaan antara dua kelompok itu.

Dari awal Allah mempunyai maksud bahwa bukan hanya bangsa Israel saja menyembah Allah, tetapi segala bangsa juga harus menyembah Allah.

Karena itu Yesus merobohkan tembok pemisah antara orang Yahudi dan orang Yunani juga. Biar dua-duanya bisa datang kepada Allah Bapa.

Bicara tentang Roh Kudus, fungsinya apa? Banyak orang Kristen menyalahartikan ‘full of Roh kudus’. Khusus yang latar belakang Karismatik. Kebanyakan orang memahami bahwa jikalau orang Kristen yang penuh dengan Roh, dia melakukan mukjizat yang aneh, seperti, berbahasa lidah, menyembuhkan yang sakit, dan lain-lain.

Padahal di dalam Alkitab tidak ada rujukan. Misalnya waktu rasul-rasul memyembuhkan yang lumpuh di dalam KPR 3 di depan Bait Allah, tidak ada yang tertulis rasul-rasul melakukan mukjizat karena penuh dengan Roh.

Tetapi karya Roh Kudus nampak jelas khusus di dalam meyebarkan Injil kepada bangsa-bangsa lain. Misalnya di dalam KPR 10 ada satu event, yaitu Kornelius sebagai perwira Romawi didatangi Petrus. Petrus melihat Roh kudus turun ke atas Kornelius dan sekeluarganya. Maka Petrus merasa heran. Karena Kornelius adalah orang Yunani, dianggap kafir oleh orang Yahudi. Kemuadian timbul pertanyaan-pertanyaan dari orang Kristen yang bersunat apakah keselamatan yang diberikan kepada orang Yunani tanpa sunatan sempurna.

Petrus mengungkapkan bahwa keselamatan yang diberi kepada orang Yunani sempurna, kerena mereka juga menerima Roh kudus. Dan dia memberi contoh yang dia alami di rumahnya Kornelius.

Lalu, apa artinya full of Roh kudus atau kepenuhan Roh Kudus? Kita harus membedakan antara diberi Roh kudus dan penuh dengan Roh kudus. Diberi Roh kudus bisa terjadi sewaktu-waktu, sedangkan penuh dengan Roh harus tetap berjalan. Perbedaan ini bisa diumpamakan seperti begini. Kita bisa beli mobil. Tetapi mobil itu bisa tidak berguna, jikalau simpan di garasi terus. Mobil bermakna di waktu disetir oleh sopir. Maka kita menjadi penuh dengan Roh itu jauh lebih penting daripada diberi Roh kudus sewaktu-waktu.
Kita bisa membaca dari Efesus 5: 18
“Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh” apakah saudara pernah mabuk? Kalau kita mabuk sangat berbeda daripada tidak mabuk. Kemabukan bisa melawan kehendak daging kita. Kalau kita jatuh pasti merasa sakit, tapi kalau kita mabuk walaupun jatuh tidak merasa sakit. Kita takut, tapi kalau mabuk kita tidak merasa takut.

Itulah kesamaan kita dengan keadaan penuh roh kudus.

Bagaimana kita bisa tahu bahwa kita penuh dengan Roh kudus? Yesus pernah mengajar murid-murid bahwa Roh kudus seperti angin yang bertiup, maka orang bisa merasakan walaupun tidak bisa melihat.

[Reshare Khotbah Pak Son]

Gaya Baru

Tahun 2020 memang tahun penuh kejutan. Di tahun ini, agility kita diuji apakah kita sanggup menyesuaikan dengan berbagai perubahan yang terjadi begitu cepat. Tak terkecuali JOY sendiri.

Salah satu yang perlu dihadapi dengan penyesuaian adalah kebiasaan baru yang baik yakni memakai masker, mencuci tangan sesering mungkin, tidak menyentuh wajah dengan tangan yang belum dicuci, menjaga jarak ketika berkomunikasi, bahkan memaksimalkan pertemuan daring dalam berbagai aktivitas dan lini.

Gaya baru ini menjadi cara kita bertahan di tengah pandemi ini. Semoga kita bisa memaksimalkan cara bukan hanya untuk survive namun revive dan menjangkau mahasiswa baru lainnya.

Tuhan memberkati dan memberi kita kesehatan. Amin.