Berikutnya?

Medio Juni  – Juli 2018, saya pernah mengadakan survey terkait kebutuhan informasi dan sarananya. Dari 117 alumni yang mengisi, lebih dari 82% dan 75% menyatakan butuh informasi tentang aktifitas dan keuangan JOY. Sementara lebih dari 70% dan 76% menyatakan bahwa website dan Whatsapp adalah sarana yang tepat untuk mendapatkan informasi tersebut.

Sejak itu, informasi tentang JOY kepada alumni lebih banyak diberikan melalu website dan whatsapp baik group maupun pribadi.

Puji Tuhan, feedback dari alumni juga sangat baik terutama dengan memberi masukan  yang aktif dan berarti kepada persekutuan JOY. Paling tidak, dalam dua tahun ini, ada banyak alumni yang menjadi pembicara workshop bahkan mentoring di JOY terkait entrepreneurship, marketing, sex and relationship, Extra Miles, Personal Branding, dan Marriage life.

Puji Tuhan, dalam dua tahun ini pun, jumlah alumni yang mendukung secara financial secara rutin setiap bulan lebih banyak dari tahun sebelumnya. Komunikasi dua arah menjadi salah satu faktor keterlibatan alumni yang lebih signifikan.

Paling tidak, setiap bulan rata-rata lebih dari 50 alumni yang mendukung keuangan JOY.

 Terima kasih kepada alumni yang setia memberikan feedback baik lewat whatsapp, email maupun website terkait perkembangan persekutuan JOY.

Di masa pandemic ini pun, Tuhan terus memelihara persekutuan JOY. Meskipun seperti kita tahu, semua orang kesulitan secara keuangan, namun alumni tetap memberi waktu, energy bahkan dana untuk mendukung persekutuan JOY. Secara operasional, JOY melakukan kegiatan online sehingga tidak banyak pengeluaran. Hal ini akan terjadi hingga akhir Desember nanti.

Pelayanan JOY banyak mengalami perubahan terutama di masa pandemic ini. Kampus-kampus masih melaksanakan kuliah online bahkan berlaku untuk mahasiswa baru. Kuliah tatap muka baru dapat berlangsung di tahun depan. Bagaimana dengan pelayanan JOY jika keadaan begini terus?

Penjangkauan akan sangat sulit dikarenakan semuanya online, padahal mahasiswa sudah sangat muak dengan hal-hal berbau online sekarang. Sampai akhir Juli ini pun, hanya beberapa mahasiswa baru yang mendaftar, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dimana melalui UKM FAIR UAJY, Joyer bisa menjangkau lebih banyak mahasiswa baru. 

Apakah JOY akan tiada seandainya keadaan pandemic terus berlangsung?

Sebagai informasi, ada 102 anggota Cellgroup yang masih aktif melakukan CG online dimana 81 di antaranya tinggal di Jogja.

Jika JOY tidak ada, apa yang akan terjadi dengan 102 orang JOYer yang masih aktif ini? Ini pertanyaan efek pandemic yang dirasakan sebagian besar orang.  Para pekerja JOY pun sempat memikirkan efek terburuk yang akan terjadi akibat pandemic. Ada yang mengatakan akan tetap mengikuti panggilannya melayani orang muda dengan pendekatan konseling, ada yang secara khusus ingin lebih tekun melayani mahasiswa S2  secara independen, ada yang ingin kembali bekerja di kota asal dan ada yang ingin menekuni passion-nya.

Beragam jawaban dengan akhir yang sama, kemanapun Tuhan menghendaki jika demikian. Karena Persekutuan JOY adalah milik Tuhan, demikian hidup masing-masing pekerja adalah milik Tuhan.

Puji Tuhan , pemeliharaan Tuhan selalu nyata. Bahkan di tengah situasi yang ada, masih ada anggota baru yang dijangkau melalui jejaring alumni. Beberapa orang tergabung di JOY karena kakaknya atau tantenya adalah alumni JOY.

Saya pribadi menjadi coach di 3 Cellgroup. Salah satu Cellgroup yang dulunya berjumlah lebih dari 10, di akhir tahun lalu telah lulus satu persatu menyisakan tiga orang. Ada satu anggota yang sudah lama tidak bergabung akhirnya muncul lagi dengan berragam pengalaman iman selama masa pandemic ini.

Brandon ini sudah didoakan lebih dari 8 bulan sejak tahun lalu. Pada akhirnya dia hadir dan membawa banyak cerita pengalaman pemeliharaan Tuhan selama bergumul dengan studi dan sakit kedua orang tuanya. Tuhan selalu baik!

Selain Brandon, ada satu lagi mahasiswa baru, saudara dari alumni yang sudah diajak untuk ikut CG secara online. Beberapa JOYer yang pulang kampong memang mengalami kendala sinyal dan pemadaman listrik di daerahnya namun tidak mengurangi usaha mereka untuk terus saling mendukung, menguatkan melalui Cellgroup.

Terima kasih sekali lagi kepada kakak-kakak dan teman-teman alumni yang sudah mendukung persekutuan JOY secara doa, daya dan dana sehingga persekutuan ini masih terus ada dan memberkati kota Jogja. [Gina]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *