Kecemasan (A Training Resume)

ditulis oleh Ria Alfrida TB

Training of existing staf of JOY kali ini membahas tentang Kecemasan, masih berkaitan dengan yang sebelumnya tentang Cognitive Therapy. Saat membahas Kecemasan perlu diketahui ada beberapa istilah yang memiliki kemiripan arti dengan kecemasan yaitu depresi dan ketakutan, namun masing-masing memiliki stimulus yang berbeda.

Apa perbedaan antara kecemasan, ketakutan dan depresi?

Perbedaan kecemasan dengan ketakutan
Kecemasan= tidak jelas obyek yang dicemaskan
Ketakutan=penyebabnya jelas (diketahui)
Kecemasan:berhubungan denga masa depan (belum terjadi)
Depresi: berhubungan dengan masa lalu, masa sekarang (sudah terjadi)

Kecemasan atau anxiety yang tidak diatasi dengan baik bisa mengakibatkan kondisi kejiwaan yang abnormal sehingga dapat berpotensi menjadi suatu ancaman terhadap diri sendiri. Berdasarkan klasifikasi kecemasan

Jenis-jenis kecemasan dapat dikelompokkan berdasarkan “pendekatan” dan “tingkat kecemasan”

Gejala – Gejala Adanya Kecemasan:
Gejala fisik: Ketegangan otot (seperti otot leher, rahang, punggung, dan kadang-kadang dada dan kaki), sakit kepala, rasa nyeri (pada dada dan kaki), kelelahan yang berlebihan, gemetar, rasa pusing, jantung berdebar, diare, kesulitan bernafas, sulit menelan, ingin menangis, masalah kandung kemih, serangan panik
Gejala perilaku cemas adalah berjaga-jaga/terlalu waspada, lekas marah, ragu-ragu, tegang, terlalu bergantung, takut, konsetrasi menurun, gampang lupa, mudah terdistraksi, gugup, tidak sabaran, sulit untuk tidur, terlalu banyak bicara, fungsi dan ketertarikan seksual menurun

Secara universal ada pandangan kekristenan yang berpendapat bahwa kecemasan, kekuatiran adalah dosa, begitupula sebaliknya ada yang menganggap bahwa kecemasan bukanlah dosa. Untuk itu perlu diperhatikan dalam konteks tersebut konseli memegang pendapat yang mana( di bagian ini juga harus di konseling.

Jenis kecemasan berdasarkan pendekatannya:
1. Kecemasan sebagai salah satu bentuk emosi. Dapat dikatakan bahwa kecemasan ini merupakan kecemasan yang wajar. kecemasan yang rasional yaitu kecemasan yang timbul karena adanya ancaman terhadap keberadaan diri seseorang. Kecemasan sesuai dengan ancaman yang ada
2. Kecemasan sebagai bagian dari kepribadian. Ada orang-orang yang memiliki kepribadian tertentu membuat orang tersebut menjadi mudah menjadi cemas. Beberapa ahli mengklaim bahwa kecemasan ini disebabkan oleh faktor genetik dan faktor keturunan, faktor biologis
3. Kecemasan sebagai bagian dari psikologi abnormal. Kecemasan bagian ini sudah digolongkan sebagai gangguan secara psikologis, gangguan kecemasan. (DSM) Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (gangguan cemas (phobia, gangguan panik)


Jenis kecemasan berdasarkan tingkat kecemasan:
1. Kecemasan Normal
Kecemasan yang normal yaitu suatu reaksi yang seimbang dengan tingkat ancaman yang ada.
2. Kecemasan Tidak Normal
Suatu reaksi terhadap ancaman ketika reaksi tersebut tidak seimbang dengan tingkat ancaman.

Gejala-gejala adanya kecemasan

  1. Gejala Fisik seperti ketegangan otot, sakit kepala, nyeri pada beberapa bagian tubuh, lelah yang betlebihan, diare, kesulitan bernafas, serangan dan masalah fisik lainnya
  2. Gejala Perilaku seperti terlalu waspada, mudah marah, ragu-ragu, terlalu bergantung, tidak sabar, konsentrasi menurun, sulit untuk tidur, terlalu banyak bicara dan beberapa perilaku lainnya

Pandangan Kekeristenan terhadap Kecemasan

Ada pendapat yang mengatakan kecemasan, kekuatiran adalah dosa. Sebaliknya ada juga pendapat yang mengatakan itu bukan dosa. Dalam konseling hal ini harus diperhatikan

dengan merubah kognitif maka akan ada perubahan perilaku dan perasaan

Cara-Cara Mengatasi Kecemasan Menurut Pandangan Umum
1. Obat-obatan (sesuai resep yang diberikan)
2. Terapi kognitif dan terapi perilaku
3. Metode self-help (meditasi, teknik-teknik relaksasi, terapi seni, musik dan terapi pijat


Cara-Cara Mengatasi Kecemasan Menurut Pandangan Kristen
1. Menumbuhkan perasaan damai dengan jalan refleksi dari ayat-ayat alkitab
2. Menumbuhkan pengharapan
3. Doa
4. Bersyukur
5. Mengingat janji-janji Allah
6. Mengingat siapakah Allah
7. Membaca Alkitab (konseling dengan menggunakan alkitab, Jay Adams (1970))

Berdasarkan kedua pandangan tersebut, cara mengatasi kecemasan ditekankan pada perubahan kognitif yang dipercaya akan merubah perilaku dan perasaan sehingga akan mengurangi kecemasan.

Cara mengatasi kecemasan menurut pandangan Kristen merupakan bentuk yang sejalan dengan self-help untuk mengatasi kecemasan menurut pandangan umum.

Cara mengatasi kecemasan menurut pandangan Kristen juga merupakan bentuk terapi kognitif, misalnya mengingat janji-janji Allah, mengingat siapakah Allah, membaca Alkitab, bersyukur dan berdoa.

Sama seperti pemahaman umum bahwa dengan merubah kognitif maka akan ada perubahan perilaku dan perasaan dari seseorang yang merasa cemas. Dengan melakukan terapi kognitif dengan cara Kristen akan mengurangi kecemasan dan menumbuhkan perasaan damai dalam diri orang yang mengalami kecemasan.

2 Replies to “Kecemasan (A Training Resume)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *