KASUS KHUSUS (A Training Resume)

ditulis oleh Ria Alfrida TB

Beberapa hari lalu dalam training of existing staff of JOY kami belajar mengenai Perilaku Media Sosial & Psikologi. Kali ini topik yang kami bahas dalam Training of Existing Staff of JOY adalah Pendampingan dalam Kasus Khusus yang akan sering dijumpai dalam melayani teman-teman mahasiswa(i).

Beberapa point penting yang kami bahas adalah terkait pendampingan dalam study (secara umum dan dalam pergumulan tugas akhir), pendampingan dalam penyelesaian konflik (sesama JOYers maupun di luar komunitas), pendampingan dalam kecanduan (merokok maupun seksual), dan pendampingan okultisme.

a. Study : Yang menjadi hambatan dalam pendampingan adalah Joyers menolak untuk dibantu dan tidak ada niat untuk memperbaiki study. Sesuatu yang dilakukan tidak dari hati akan lebih sulit untuk dilakukan.Langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh coach dalam pendampingan adalah:

  1. Mengajak bertemu (2 kali seminggu atau sekali sebulan)
  2. Mendata acaman yang menjadi hambatan dalam study dan buat langkah untuk mengatasi ancaman
  3. Buat daftar tugas kuliah dan deadline pengumpulannya
  4. Buat target dan langkah konkret yang tidak terlalu berat dan tidak terlalu ringan
  5. Evaluasi diri sendiri
  6. Buat reward jangka panjang (akhir semester) dan jangka pendek (ganti ancaman sebagai reward setelah menyelesaikan target)
  7. Jangan lupa untuk selalu memberikan encourage

b. Skripsi : Mendampingi mahasiswa bisa membantu mereka lebih terjadwal dalam menentukan target kelulusan. Langkah-langkah yang perlu dilakukan coach saat mendampingi :

  1. Coach tentukan waktu untuk bertemu setiap minggu (1 kali seminggu)
  2. Buat reward jika skripsi selesai (pilih sesuatu yang dia suka dan ga boleh melakukan itu sampai skripsinya selesai)
  3. Buat target besar (pendadaran bulan berapa)
  4. Buat target tiap minggu (sesuai porsinya :tidak terlalu berat dan tidak terlalu ringan)
  5. Saat pertemuan untuk evaluasi target
  6. Mendata ancaman yang dapat menjadi hambatan sekonkrit mungkin dan dilaporkan kepada coach (misalnya HP, Drakor, MedSos)
  7. Jangan lupa memberikan encourage
  8. Dorong untuk mencari teman untuk mengerjakan skripsi

PENDAMPINGAN PENYELESAIAN KONFLIK

butuh waktu untuk mengampuni

Perlu memahami bahwa hubungan tidak akan sama lagi ketika terjadi konflik. Pada prinsipnya ketika ada orang yang menyakiti akan butuh waktu untuk mengampuni. Namun ada beberapa kasus jika kedua pihak berhasil menyelesaikan konflik bisa memperbaiki relasi. Dalam pendampingan penyelesaian konflik biasanya terjadi pada sesama teman komunitas (JOYers) maupun teman di luar komunitas. Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam pendampingan tersebut :

a. Sesama Joyers

  1. Berada diposisi netral
  2. Dengar dari masing-masing pihak
  3. Evaluasi dan coba pahami situasi dari masing-masing pihak
  4. Janjian pertemuan dengan persetujuan kedua belah pihak (yakinkan bahwa kita bersikap netral)
  5. Dalam pertemuan membuat kesepakatan dalam berkomunikasi untuk mendengakan dulu dan tidak memotong pembicaraan
  6. Ajarkan mereka menggunakan I-message

b. Diluar Komunitas (JOY)

Ketika JOYer memiliki masalah dengan seseorang yang berada di luar lingkungan JOY (Coach tidak bisa terlibat banyak, tapi mengajarkan mereka cara menyelesaikan). Kita  harus hati-hati dengan ceritanya karena kita hanya tau dari satu sisi Intinya melakukan hal yang sama dengan konflik sesama JOYer tetapi kemungkinan kita menjadi penengah kecil jadi mendorong JOYer untuk menyelesaikan konflik.

Ajarkan cara menyelesaikan konflik:

  1. meminta waktu untuk bertemu kepada temannya (tidak memaksa jika teman belum mau), tanggung jawab joyer adalah meminta untuk menyelesaikan konflik, jika temannya tidak/belum siap itu bukan tanggung jawab joyer).
  2. Ajarkan cara berbicara yang baik dan assertif. mis dengan I message

PENDAMPINGAN OKULTISME

Lebih dari 90% orang yang menganut/ percaya dengan okultisme berkaitan dengan masalah kejiwaan.

Hal yang perlu diperhatikan dalam mendampingi JOYers dengan kasus okultisme yaitu masalah kejiwaan dan kepercayaan mereka terkait okultisme. Lebih dari 90% orang yang menganut/ percaya dengan okultisme berkaitan dengan masalah kejiwaan. Prinsip buka celah, misalnya pernah melakukan hal-hal yang berkaitan dengan okultisme maka ada celah, oleh karena itu perlu menelusuri latar belakang mereka.

1. Tidak ada manifestasi

Jika belum ada manifestasi, yang pertama harus kita lakukan adalah mencari tahu cara pandang mereka terhadap okultisme (merubah pola pikir). Yang menjadi hambatan adalah budaya sudah bercampur dengan pola pikir.  

2. Ada manifestasi

Perlu mengatasi manifestasinya, menjaga mereka karena kemungkinan akan kembali lagi

berdoa pelepasan

Setelah sadar langkah selanjutnya sama seperti jika tidak ada manifestasi

Membedakan Gangguan Jiwa dan Kerasukan

PERBEDAAN YANG NYATA

  1. Kerasukan Setan

Ada pengetahuan baru/ intelektual

Muncul kepribadian baru

Membenci kegiatan doa/rohani

Punya kekuatan yang besar (misal badannya kecil tapi kekuatannya besar)

Ketika diusir (bisa terlihat langsung sembuh)

2. Gangguan jiwa

Halusinasi, delusi

Jarang  menyebut dirinya setan, menyebut dirinya baik-baik

Ga bisa langsung sembuh

KEMIRIPAN KERASUKAN DAN GANGGUAN JIWA (SKIZOFRENIA)

  1. Keinginan kuat untuk menyakiti diri sendiri, umumnya mereka punya konsep diri yang rendah
  2. Adanya delusi (waham), halusinasi
  3. Bicaranya mulai menyimpang, perilaku aneh (mempengaruhi sosial)
  4. Cemas , tegang, depresi, cepat marah (mengalami perubahan mood)
  5. Pasif

7 Replies to “KASUS KHUSUS (A Training Resume)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *