KONSELING KEDUKAAN 3 (A Training Resume)

ditulis oleh Oya Citra

Training of Existing Staff of JOY kali ini membahas Konseling Kedukaan bagian 3 sebagai lanjutan pertemuan beberapa hari lalu. Beberapa hari yang lalu kami belajar terkait dengan Konseling Kedukaan bagian 2.

Hal Yang Berkaitan Dengan Kematian Orang Tua :

  1. Membangun ulang atau merubah struktur keluarga. Dalam keluarga ada sebuah struktur, kematian orang tua, benar-benar akan mengobrak-abrik keseimbangan keluarga. Misalnya keputusan selalu ditangan ayah atau ibu yang memegang peranan dalam sebuah keluarga.
  2. Berhadapan dengan keputusan-keputusan penting. Misalnya berkaitan dengan warisan.
  3. Sibling rivalry. Setiap anak memiliki memori dan pengalaman yang berbeda dengan orang tua mereka. Ketika orang tua meninggal relasi dengan saudara menjadi suatu yang penting. Sibling rivaly dari masa lalu dapat muncul kembali, misalnya berkaitan dengan warisan. Relasi antar saudara dapat bertambah kuat setelah orang tua mereka, atau semain goyah, apalagi jika tidak ada lagi orang tua yang menyatukan mereka.

Parent Loss- Seorang Perempuan Kehilangan Ibunya & Seorang Laki-Laki Kehilangan Ayahnya

  1. Seorang Perempuan Kehilangan Ibunya
    a. Jika relasi seorang anak perempuan dan ibunya kurang memiliki relasi yang baik di masa lalu, kematian ibunya membuat kesempatan untuk memiliki relasi yang lebih baik itu hilang. Barangkali seorang anak perempuan memiliki daftar pertanyaan kepada ibunya tetapi semua kesempatan itu hilang.
    b. Seorang ibu sering kali menjadi seperti lem yang menyatukan keluarga yang (rapuh). Meninggalnya ibu sering kali berdampak pada sebuah keluarga. Keluarga terbagi menjadi BMD (before mom’s death) dan AMD (after mom’s death).
  2. Seorang Laki-Laki Kehilangan Ayahnya
    a. Kematian seorang ayah berdampak pada seorang anak laki-laki. Banyak orang mengatakan kepada mereka: ‘kamu mirip seperti ayahmu,  kamu cerminan ayahmu.” Banyak anak laki-laki mengidentifikasikan diri mereka ke ayah mereka, kematian ayah mereka membuat diri mereka seakan hilang.
    b. Ada hal positif juga dari kematian ayah yaitu dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab, motivasi pada seorang anak laki-laki.

Pergumulan Teologis

Tiga pertanyaan yang sering muncul dalam masa berduka:

  1. Mengapa Tuhan, mengapa? Mengapa ini terjadi, mengapa harus … dan sebagainya. Dalam alkitab Ayub pun menanyakan pertanyaan mengapa kepada Tuhan, bahkan sebanyak 16x.
  2. Kapan Tuhan, kapan? Kapan semua ini akan berakhir,, dan sebagainya.
  3. Apakah aku akan bertahan?

Seringkali kita tidak menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Kita tidak punya jawaban lengkap dan memuaskan atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Kematian adalah sebuah misteri yang terselubung buat kita. Yang dapat kita katakan adalah setiap kematian adalah kehendak Tuhan. Kita perlu iman Habakuk dan Sadrakh, Mesakh, Abednego.

Tuhan memanggil anaknya pulang, pada waktunya untuk membawa kemuliaan bagi Tuhan, untuk menggenapi rencana Tuhan. Bukan atas kemauan atau pengetahun kita.

Salah satu tugas pendampingan adalah membantu untuk melihat dari sisi rencana Tuhan.

Tapi tidak terburu-buru. Bahannya kita tidak tahu, muncul dalam proses pendampingan, kita memerlukan hikmat Tuhan. Tidak dapat ditemukan dalam 1-2 minggu, bisa muncul dalam berbulan-bulan kemudian. Orang yang tidak menemukan itu biasanya tidak bisa membangun ulang kehidupannya

.Dalam Konseling Kita Dapat Menyarankan Untuk Beberapa Hal Praktis di Bawah Ini :

  1. Menulis jurnal dan atau surat kepada mendiang
    Menulis jurnal atau juga menulis surat dapat digunakan untuk menumpahkan sekaligus memproses isi hati dan membacakannya di depan kita. Kemudian kita membalasnya sebagai mendiang. Kemudian surat dapat dibacakan.
  2. Kebaktian penghiburan
    Hal itu berfungsi sebagai sarana untuk mengumpulan memori sekaligus membantu untuk menghadapi realitas kematian.
  3. Barang-barang peninggalan mendiang
    Saran yang diberikan jangan langsung menyingkirkan barang-barang kepunyaanya. Ambilah keputusan setelah sungguh-sungguh siap dan dapat berpikir dengan jernih. Lakukanlah secara bertahap. Misalnya untuk tahap pertama, pindahkan barang-barang itu dari tempat yang mudah dilihat ke tempat yang tidak mudah dilihat dan simpanlah di sana. Setelah itu barulah kita mulai bisa menyingkirkan barang-barang yang tidak mempunyai makna emosional dan ini dilakukan bertahap juga. Pada saat tertentu kembalilah ke tempat penyimpanan itu dan lihatlah apakah ada yang dapat disingkirkan lagi.
  4. Liburan
    Berlibur bukan berarti menghindari kenyataan, melainkan memberikan waktu untuk menyendiri dan merenung.
  5. Bangun ulang penghargaan diri
    Ketika mendiang pergi, orang yang ditinggal sering merasa kehilangan harga diri, misal kehilangan pasangan.
  6. Hiduplah jujur dengan diri sendiri
    Percaya pada perasaan diri dan jangan sungkan untuk menolak permintaan orang.
  7. Hadapi “kali pertama”
    Setelah meninggalnya mendiang, ada banyak “kali pertama” misalnya, ulang tahun pertama tanpa mendiang, ke gereja pertama tanpa mendiang.
  8. Janji dan pengharapan
    Kadang kali sebelum mendiang meninggal kita telah membuat janji tertentu. Jangan terikat dengan janji itu, silahkan evaluasi ulang, janji mana yang harus kita penuhi. Bagaimana menolong supaya tidak merasa bersalah.

    Apa yang tidak boleh/tidak tepat untuk dikatakan

    1. God Cliches (kata-kata klise tentang Tuhan)
    Misal: ini sudah kehendak Tuhan, hal ini akan membuat imanmu kuat, Tuhan lebih memutuhkan dia dari pada kamu, Tuhan lebih mengasihimu dari pada kamu, Tuhan punya alasan untuk hal ini, Tuhan tidak memberikan cobaan lebih dari kekuatan kita, sungguh berkat meninggal di usia muda.

    2. Ekspetasi yang tidak sehat membuat positif tetapi tidak pas
    Misal: bersyukurlah kamu masih punya anak yang lain, paling tidak kamu beruntung, kamu harus tetap membuat dirimu ssbuk, kamu harus fokus pada kenangan-kenangan yang indah saja, kamu harus kuat untuk pasanganmu (atau anakmu), setidaknya kamu beruntung, kamu harus segera mengakhirinya.

    3. Pengabaian
    Misalnya: sudah tidak usah dibicarakan, bukan kamu satu-satunya yang menderita, dia meninggal karena…, ini memang waktunya dia pergi, sesuatu yang baik muncul dari tragedi.

    4. Ketidakpekaan
    Misal: aku tahu perasaanmu, orangtua ku juga meninggal tahun lalu. Waktu akan menyembuhkan luka. Dia sudah cukup menjalani hidup, bilang saja jika ada sesuatu yang dapat saya lakukan, ini akan lebih buruk jika…,

    5. Cerita lucu.
    Berusaha menghibur dengan cerita lucu dengan maksud untuk menghibur.

    6. Cerita “gentayang” bilang melihat mendiang.

    7. Sikap melayat yang tidak menyenangkan. Misal tidak boleh nangis, “nangis karena adat”.

    Kalimat-Kalimat yang Menolong

Misal:
1. Aku akan berdoa untukmu,
2. Kamu tidak sendirian aku ada untukmu,
3. Aku tahu ini pasti seperti mimpi,
4. Katakan perasanmu padaku,
5. Aku akan berikan apapun untukmu untuk membuatmu lebih baik, tetapi aku tidak tahu caranya.
6. Kebanyakan orang yang kehilangan akan bereaksi sepertimu,
7. Critakan tentang mendiang dan bagaimana hidupmu dengannya.
8. Dapatkah aku duduk denganmu?
9. Apakah ada yang ingin kamu hubungi? Saya akan hubungimu nanti,
10. Jika kamu butuh sesuatu, telpon saja aku.

One Reply to “KONSELING KEDUKAAN 3 (A Training Resume)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *