Gina Mengakhiri Kepemimpinannya

Dalam email resmi kepada dewan, ketua board JOY, Mr. Lee Ho Duck menyatakan masa kepemimpinan Gina sebagai direktur JOY telah berakhir pada 31 Juli 2020.

Gina bergabung sebagai pekerja di JOY sejak November 2009, bergabung dalam pelatihan calon staff dan diangkat menjadi staff pada Oktober 2010. Melayani sebagai staff selama 6 tahun hingga Februari 2016 sebelum kemudian Maret 2016-Juli 2018 bekerja di salah satu perusahaan di Jakarta.

Mengikuti permohonan Board, Gina kembali ke JOY untuk menggantikan Sopar dan memberi diri melayani  selama 2 tahun.

Serah terima jabatan telah dilakukan pada 31 Juli 2020 dan per 1 Agustus 2020, posisi kepemimpinan diserahkan kepada Riana sebagai acting director sampai Board Members memutuskan langkah selanjutnya.

Dalam masa 2 tahun sebagai pemimpin, Gina dipercaya untuk mengurus tanah dan yayasan milik JOY, selain menjadi coach pada 3 cellgroup dan membantu di management dan HRD

[Catatan HRM JOY]

JOY 28th Anniversary

Tidak terasa 55 hari lagi, JOY akan merayakan anniversary yang ke-28. Di usia 28 tahun, JOY mencoba melihat dirinya sebagai komunitas yang matang dari segi iman dan dependensi.

Bersyukur Tuhan masih memelihara persekutuan ini di tengah situasi pandemik yang tidak menentu dan menyulitkan.

Karena itu, pada moment ini tema anniversary adalah HOPE FOR THE NATION! Dimana anak muda sekarang (Generasi Z yang dilayani oleh persekutuan JOY) adalah Harapan masa depan karena KRISTUS di dalamnya.

Tema ini diambil dari Matius 12:15-21 dan akan disharingkan oleh Pak Son.
Perayaan Anniversary akan berlangsung sangat sederhana di kantor JOY Seturan, dengan jumlah quota 30 orang (sesuai aturan SE Walikota Yogyakarta). Selebihnya dapat menikmati melalui zoom dan LIVE youtube!

Catat tanggalnya, dan nantikan ZOOM ID-nya ya! Tuhan memberkati! [Gina]

Gaya Baru

Tahun 2020 memang tahun penuh kejutan. Di tahun ini, agility kita diuji apakah kita sanggup menyesuaikan dengan berbagai perubahan yang terjadi begitu cepat. Tak terkecuali JOY sendiri.

Salah satu yang perlu dihadapi dengan penyesuaian adalah kebiasaan baru yang baik yakni memakai masker, mencuci tangan sesering mungkin, tidak menyentuh wajah dengan tangan yang belum dicuci, menjaga jarak ketika berkomunikasi, bahkan memaksimalkan pertemuan daring dalam berbagai aktivitas dan lini.

Gaya baru ini menjadi cara kita bertahan di tengah pandemi ini. Semoga kita bisa memaksimalkan cara bukan hanya untuk survive namun revive dan menjangkau mahasiswa baru lainnya.

Tuhan memberkati dan memberi kita kesehatan. Amin.

Temu Alumni Online

Hari minggu 7 juni 2020, telah diadakan temu alumni JOY Jabodetabekar. Informasi pertemuan ini juga disebar di group alumni nasional, sehingga beberapa alumni di luar Jabodetabekar juga bergabung, antara lain dari Korea, Sumba, Kalimantan, Papua, Jogja. Pertemuan tersebut dilakukan dengan melalui aplikasi zoom, diikuti oleh 26 orang dari berbagai angkatan. Pertemuan ini memunculkan ide untuk mengadakan temu alumni akbar JOY melalui aplikasi zoom setelah JOY anniversary, september 2020. Jadi teman-teman alumni bisa menunggu informasi selanjutnya.

Pertemuan dimulai dengan tebak-tebakan ala Cak Lontong yang dipimpin oleh Bernat. Contoh pertanyaan ala Cak Lontong misalnya, pangeran yang ditinggal mati raja, dia akan menjadi apa? Kalo jawaban bukan ala Cak lontong kita mungkin akan menjawab menjadi raja. Tentu karena tebakan ini ala cak lontong maka, jawabannya dia akan menjadi yatim. Ice breaker ini cukup menghibur dan memecahkan suasana. Setelah itu Pak Son membagikan firman yang diambil dari I Petrus 5:5-6 tentang kerendahan hati. Secara khusus menyoroti pribadi Petrus yang telah benar-benar berubah. Petrus yang memberi nasehat untuk bersikap rendah hati, dia sendiri juga menunjukkan sikap yang penuh dengan kerendahan hati.

Ada 2 peristiwa yang menunjukkan kerendahan hati Petrus. Pertama, di KPR 6:1-6. Pada saat itu ada 2 kelompok di kalangan jemaat mula-mula yaitu orang yang berbahasa Ibrani dan orang yang berbahasa Yunani. Hal tersebut menimbulkan masalah, karena orang yang berbahasa Ibrani, kebanyakan adalah orang Yahudi “tok-tok”, artinya sudah lama ikut Yesus, mereka merasa memiliki. Sedangkan kelompok orang yang berbahasa Yunani adalah orang yang baru ikut Yesus dan belum pernah bertemu dengan Yesus secara langsung.  Kalau diumpamakan dengan persekutuan JOY, maka 2 kelompok yang ada seperti kelompok orang yang sudah lama ikut JOY dan mengenal ketika Pak Son pelayanan di Indonesia dan kelompok baru yang tidak mengalami pelayanan Pak Son ketika di Indonesia.

Orang-orang yang berbahasa Yunani ini protes tentang pelayanan meja. Jika Petrus belum berubah, bisa saja Petrus marah atas protes tersebut. Pelayanan meja salah satunya untuk pelayanan penukaran uang. Semuanya dilayani oleh orang yang berbahasa Ibrani. Sekarang Petrus memberikan kesempatan kepada orang-orang yang berbahasa Yunani, dengan kata lain generasi yang lebih muda untuk melayani pelayanan meja.

Kedua, ketika jemaat makin berkembang, orang non Yahudi makin banyak yang menjadi pengikut Kristus. Banyak orang yang berbahasa Ibrani dan juga orang Farisi terus menuntut orang non Yahudi untuk disunat. Dalam KPR 15, dicatat bahwa para rasul bertemu untuk membahas hal tersebut. Di dalam pertemuan tersebut Petrus berdiri dan mengatakan bahwa hukum taurat yang merupakan kebanggaan orang Yahudi seperti sebuah kuk. Petrus kemudian mengatakan bahwa untuk mengikut Yesus, orang non Yahudi tidak perlu di sunat. Percaya kepada Kristus sudahlah cukup.

Dari kedua peristiwa tersebut, dapat dilihat kerendahan hati Petrus. Dalam Matius 11:28-29, kata rendah hati dalam bahasa aslinya adalah tapeinos, artinya bukan hanya sekedar rendah hati. Diumpakan sebuah  kain, tapeinos artinya kain itu sudah sobek. Arti yang lain adalah orang yang sudah bangkrut.

Yesus memberi contoh tentang kerendahan hati dalam diriNya sendiri, menjadi rendah hati, seperti kain yang sudah sobek dan sudah bangkrut karena mengasihi manusia. Jadi kita di dorong untuk juga memiliki sikap rendah hati.

Setelah Pak Son mensharingkan firman, pertemuan alumni ditutup di dalam doa dan tentu saja tidak boleh dilupakan adalah sesi foto bersama. Demikian laporan dari pertemuan alumni tanggal 7 juni 2020. [Riana]

Lebaran dan New Normal

Masih dalam suasana off dan wfh, lebaran kali ini dipantau melalui media social. Dikutip dari Harian Tribun Jogja, Malam idul fitri masih tetap ramai bahkan Malioboro titik nol masih padat merayap.

Mungkin karena itulah, Sultan Hamengku Buwono X selaku kepala DIY pada tanggal 27 Mei 2020 mengeluarkan surat keputusan Gubernur nomor 121/KEP/2020 tentang penetapan perpanjangan status darurat bencana covid-19 di DIY. Dalam SK tersebut, disampaikan perpanjangan hingga 30 Juni mendatang.

Situasi ini memberi dampak juga terhadap pelayanan persekutuan JOY. Dari rencana awal WFH dilakukan dan diperpanjang hingga 29 Mei, akhirnya harus diperpanjang lagi hingga akhir Juni mendatang.

Selain status darurat covid yang diperpanjang, berbagai persiapan “new normal” juga sudah dilakukan oleh beberapa kampus di Jogja. Bahkan, dikti dalam laman resminya dengan judul “Menyiapkan Normal Baru Pasca Pandemi COVID-19”, telah menginisiasi bentuk Merdeka Belajar sebagai bagian dari normal baru mendatang. Artinya kampus akan mengurangi pertemuan offline, melanjutkan pertemuan online, dan jurusan dengan spesialisasi yang telah mengaplikasikan dan mengasah kompetensinya akan di-SKSkan. Sebuah langkah yang berani!

Situasi tentu akan berubah setelah Juni mendatang. Oleh karena itu, JOY perlu agile dengan perubahan yang ada. Beberapa media masa bahkan sudah menginisiasi The New Normal sebagai gerakan baru. Meskipun kita sendiri belum menemukan bentuk baku.

JOY dalam kerangka agility-nya, akan mengusahkan kebiasaan baru. Tentunya secara bertahap, dimulai dari pertemuan hingga perilaku bersih dan sehat diantaranya :

  • Pertemuan selama dua minggu pertama adalah pertemuan staff, artinya hanya staff yang boleh di Student Center. Aktivitas Cellgroup dan Ministry masih bersifat online
  • Core Members Meeting (CMM) akan diadakan segera setelah pemerintah mengumumkan batasan jumlah pertemuan yang sesuai. Dalam perencanaan, CMM akan dilakukan di student Center dengan perkiraan peserta 30-35 orang (perkiraan 11 Juli 2020). CMM bertujuan untuk membahas perubahan-perubahaan penting tsb sekaligus fellowship time
  • Aktifitas Cellgroup akan diadakan di Student Center dengan pengaturan jadwal (shift) mulai pertengahan Juli (Jika The New Normal sudah berlaku di Jogja)
  • Mass Meeting dalam hal ini Friday Meeting dan Ministry Day akan dilakukan setelah Pemerintah mengumumkan ijin pertemuan dengan batasan lebih dari 80 orang.
  • JOY akan membuat temporary washstand untuk memulai kebiasaan mencuci tangan, selain mewajibkan memakai masker di Student Center.

Perencanaan JOY ini bisa saja berubah mengingat situasi di Indonesia terutama kebijakannya mudah berubah-ubah. Namun, staff JOY melakukan yang terbaik, dengan hikmat dari Tuhan untuk terus mendampingi, mengembangkan dan melayani mahasiswa yang sudah Tuhan percayakan.

 

(catatan rapat Kadep Mei 2020)

 

#AlumniPeduli

Para staff juga mengucapkan terima kasih kepada para alumni yang secara khusus dalam masa sukar ini mengirimkan bahan pokok ke Student Center, ditujukan kepada staff JOY.

Terima kasih karena masih terus mengingat persekutuan JOY dan adik-adik di JOY dalam situasi yang ada.

Tuhan memberkati segala pekerjaan, keluarga dan pelayanan kakak-kakak dan teman-teman alumni sekalian.

 

#JOYPeduli2

Setelah #JOYPeduli1 dilakukan April kemarin dan memberi dampak positif, Staff mengevaluasi beberapa bagian terutama untuk proses delivery dari kos ke kos. #JOYPeduli2 dilakukan lagi pada bulan Mei ini dengan isi yang sama.

Seperti #JOYPeduli1 yang lalu, jumlah JOYer yang tersisa di Jogja berkurang dari 81 orang menjadi 80 orang. Mereka adalah  JOYer yang tinggal tersebar dari Godean sampai Kaliurang Km. 12 dan daerah ISI– Bantul.

Bulan April lalu, dukungan berasal dari dana patungan staff dan compassionate, bulan ini ada beberapa alumni dan pendukung yang memberikan dukungan khusus untuk #JOYPeduli2. Dana terhimpun sebesar Rp 3.926.000 dengan rincian sbb :

Dari dana yang terhimpun, para staff membelikan bahan pokok dan membuatkan kartu encouragement kepada JOYer. Memang, seperti #JOYPeduli1, tidak ada pengumuman khusus atau publikasi melalui media social. Para staff mengantarkan dengan APV ke kos masing-masing. Adapun pengeluaran sbb :

Terima kasih untuk alumni-alumni yang setia mendukung juga berinisiatif khusus untuk #JOYPeduli2 ini Terima kasih untuk hatinya mau mendukung persekutuan JOY sampai hari ini. Tuhan mencukupkan kebutuhan kita semua. [Igin]

 

 

#JOYPeduli

Tahun 2020 merupakan tahun penuh kejutan bagi seluruh dunia karena situasi pandemic covid-19. Tidak dipungkiri semua lapisan mengalami dampaknya termasuk kampus-kampus yang memutuskan online class sejak awal maret lalu. Situasi ini memberi
dampak besar bagi pelayanan JOY juga. Seluruh kegiatan yang sifatnya pertemuan dihentikan karena anjuran dan akhirnya instruksi pemerintah. Para staff bahkan tidak bertemu sama sekali dan melakukan seluruh pertemuan secara online dengan sesama staff dan mahasiswa sejak pertengahan Maret 2020.

Sebagian besar JOYer telah dipaksa pulang oleh orang tua mereka dikarenakan online kelas masih dapat dilakukan dari daerah masing-masing tanpa harus menanggung resiko tinggal sendiri dan pengeluaran tambahan di Jogja. Jumlah JOYer yang tersisa di Jogja hanya 81 orang.

Melihat situasi yang ada, melalui rapat online, staff berinisiatif untuk patungan dan memberikan dukungan kepada JOYer yang masih tinggal di Jogja.

Ria, Try, Geti, Gloria dan Oya yang tinggal berdekatan dengan Student Center yang mengusahakan membelikan beras, telur, minyak goreng dan indomie dan menuliskan kartu encourage untuk dibagikan kepada JOYers.

Sebelum membeli dan mengepaknya,
para staff terlebih dulu melakukan
pendataan JOYer yang masih tinggal
dan ketersediaan kompor dan rice cooker di kos masing-masing.

Dari data yang ada, jumlah JOYer yang tinggal di Jogja adalah 81 orang yang tersebar dari Godean sampai Kaliurang Km. 12 dan daerah ISI– Bantul.

Dari dana patungan staff dan compassionate terhimpun sebesar 4.125.000 untuk membeli dan mengantarkan bahan pangan tersebut kepada JOYer dari kos ke kos masing-masing. Staff hanya boleh mengantarkan tanpa berlama-lama. Kegiatan ini dilakukan selama 2 hari dan mendapat banyak masukan positif dari JOYers.

JOYers jadi belajar memberi bukan dari kelebihan saja. Bersyukur untuk hati dan kerja keras masing-masing pekerja yang mengusahakan hal ini terjadi.

Tim memberi nama #JOYPeduli agar setiap
JOYer diingatkan bahwa JOY ada untuk mahasiswa dalam segala situasi termasuk situasi sulit seperti pandemic ini.

Terima kasih untuk alumni-alumni yang setia mendukung, bahkan ada beberapa yang berinisiatif mendukung khusus untuk #JOYPeduli ini meskipun JOY sendiri tidak mensharingkan kegiatan
ini di public. Terima kasih untuk hatinya mau mendukung persekutuan JOY sampai hari ini. Tuhan mencukupkan kebutuhan kita semua. amin [Igin]

Outing Pekerja JOY

snorkeling di pulau menjangan

Setiap tahun, pekerja JOY melakukan outing atau refreshing bersama guna merefresh diri dan bonding satu dengan yang lain.

Setiap bulannya, pekerja menabung 200 ribu rupiah selama minimal 9 bulan, sejak Januari sehingga Oktober cukup untuk refreshing bersama.

Tepat tanggal 6-9 Oktober 2019 kemarin para pekerja JOY bersama dengan Pak Daud (suami kak Gina) refreshing ke Banyuwangi. Perjalanan dari Jogja menuju Banyuwangi kami tempuh selama 13 jam menggunakan kereta api dari stasiun Lempuyangan menuju Stasiun Karangasem (Banyuwangi) pada tanggal 6 Oktober 2019. Sepanjang perjalanan ke Banyuwangi kami menghabiskan waktu di kereta dengan bermain games dan sharing/ngobrol satu dengan yang lain agar tidak merasa bosan.

Dalam refreshing pekerja kali ada beberapa tempat yang cukup menguras banyak energi namun sangat bersyukur karena semua pekerja sangat antusias dan pantang menyerah untuk menaklukan tempat-tempat tersebut, salah satunya adalah destinasi pertama yang kami kunjungi yaitu Kawah Ijen yang terkenal dengan keindahan kawah dan blue fire-nya. Pendakian kami mulai pukul 00.30am waktu setempat dengan waktu tempuh menuju puncak kurang lebih 2 jam. Puji Tuhan pada saat mendaki puncak kawah ijen semua pekerja dalam kondisi fit meskipun harus berjuang menahan lelah dan udara yang sangat dingin. Rasa lelah selama pendakian terbayarkan dengan pesona keindahan sunrise puncak kawah ijen, namun sangat disayangkan view the legend of blue fire yang terkenal itu tidak sesuai dengan ekspektasi kami karena harus menempuh perjalanan yang cukup melelahkan namun pesona yang disuguhkan tidak seindah dipuncak-nya.
Selanjutnya destinasi kedua yang kami kunjungi dihari pertama adalah pantai Merah, disini kami menikmati sunset sambil mengabadikan foto bersama.

Hari kedua kami kembali mengunjungi dua destinasi yang tidak kalah menarik yaitu pulau Menjangan dan Baluran. Pulau menjangan merupakan salah satu tempat snorkeling yang menarik dengan keindahan alam bawah lautnya ditambah lagi sensasi cipratan air yang masuk ke dalam kapal saat melakukan penyebrangan ke pulau menjangan. Setelah puas ber-snorkeling ria dan menikmati keindahan pulau menjangan, kami melanjutkan perjalanan mengunjungi taman nasional Baluran. Memasuki objek wisata ini kita disuguhi dengan hamparan savana yang begitu luas dan indah, membuatnya kerap dijuluki Africa van Java.
Baluran juga disebut miniatur hutan Indonesia karena hampir seluruh tipe hutan ada di Baluran (hutan hijau sepanjang tahun, hutan musim, padang savana bekol).
Kami berada di baluran hingga pukul 5 sore, dan rencana awal kami setelah mengunjungi Baluran adalah langsung kembali ke jogja menggunakan bus namun untuk keberangkatan bus terakhir sudah tidak ada lagi setelah kami kembali dari Baluran, dan berdasarkan keputusan bersama akhirnya kami kembali ke homestay dan esok pagi kembali ke Jogja menggunakan kereta api karena estimasi biaya cukup terjangkau dibanding dengan naik bus.

Perjalanan refreshing pekerja kali ini sangat seru dan menyenangkan. Semoga refreshing tahun depan punya cerita yang tak kalah seru dengan tahun ini.

Terima kasih. Tuhan memberkati. [Ria]