Pengumuman JFM 26 November 2021

Hallo Joyers

Mau menginfokan kalau JFM minggu ini (26 November 2021) akan diadakan offline di Student Center JOY (SC), dengan Tema “BERSAKSI”

Bagi teman-teman yang ada di Jogja, jangan lupa gabung di JFM Minggu ini yah pukul 18.30 WIB

Sampai Jumpa

Pengumuman JFM

Halo Joyers

Mau menginfokan kalau Jumat 19 November 2021 kita akan mengadakan pertemuan rutin JFM (online).

Tema yang akan disharingkan kali ini adalah “RELASI DENGAN TUHAN”. Jangan lupa gabung yah pukul 18.30 WIB untuk link tercantum di pamflet.

Terima kasih….. Salam Joy Spirit GBU

Pengumuman JFM

Halo Joyers

Mau menginfokan kalau Jumat 12 November 2021 kita akan mengadakan pertemuan rutin JFM (online).

Tema yang akan disharingkan kali ini adalah “MOVE ON”. Jangan lupa gabung yah pukul 18.30 WIB untuk link tercantum di pamflet.

Terima kasih….. Salam Joy Spirit GBU

Gina Mengakhiri Kepemimpinannya

Dalam email resmi kepada dewan, ketua board JOY, Mr. Lee Ho Duck menyatakan masa kepemimpinan Gina sebagai direktur JOY telah berakhir pada 31 Juli 2020.

Gina bergabung sebagai pekerja di JOY sejak November 2009, bergabung dalam pelatihan calon staff dan diangkat menjadi staff pada Oktober 2010. Melayani sebagai staff selama 6 tahun hingga Februari 2016 sebelum kemudian Maret 2016-Juli 2018 bekerja di salah satu perusahaan di Jakarta.

Mengikuti permohonan Board, Gina kembali ke JOY untuk menggantikan Sopar dan memberi diri melayani  selama 2 tahun.

Serah terima jabatan telah dilakukan pada 31 Juli 2020 dan per 1 Agustus 2020, posisi kepemimpinan diserahkan kepada Riana sebagai acting director sampai Board Members memutuskan langkah selanjutnya.

Dalam masa 2 tahun sebagai pemimpin, Gina dipercaya untuk mengurus tanah dan yayasan milik JOY, selain menjadi coach pada 3 cellgroup dan membantu di management dan HRD

[Catatan HRM JOY]

JOY 28th Anniversary

Tidak terasa 55 hari lagi, JOY akan merayakan anniversary yang ke-28. Di usia 28 tahun, JOY mencoba melihat dirinya sebagai komunitas yang matang dari segi iman dan dependensi.

Bersyukur Tuhan masih memelihara persekutuan ini di tengah situasi pandemik yang tidak menentu dan menyulitkan.

Karena itu, pada moment ini tema anniversary adalah HOPE FOR THE NATION! Dimana anak muda sekarang (Generasi Z yang dilayani oleh persekutuan JOY) adalah Harapan masa depan karena KRISTUS di dalamnya.

Tema ini diambil dari Matius 12:15-21 dan akan disharingkan oleh Pak Son.
Perayaan Anniversary akan berlangsung sangat sederhana di kantor JOY Seturan, dengan jumlah quota 30 orang (sesuai aturan SE Walikota Yogyakarta). Selebihnya dapat menikmati melalui zoom dan LIVE youtube!

Catat tanggalnya, dan nantikan ZOOM ID-nya ya! Tuhan memberkati! [Gina]

Gaya Baru

Tahun 2020 memang tahun penuh kejutan. Di tahun ini, agility kita diuji apakah kita sanggup menyesuaikan dengan berbagai perubahan yang terjadi begitu cepat. Tak terkecuali JOY sendiri.

Salah satu yang perlu dihadapi dengan penyesuaian adalah kebiasaan baru yang baik yakni memakai masker, mencuci tangan sesering mungkin, tidak menyentuh wajah dengan tangan yang belum dicuci, menjaga jarak ketika berkomunikasi, bahkan memaksimalkan pertemuan daring dalam berbagai aktivitas dan lini.

Gaya baru ini menjadi cara kita bertahan di tengah pandemi ini. Semoga kita bisa memaksimalkan cara bukan hanya untuk survive namun revive dan menjangkau mahasiswa baru lainnya.

Tuhan memberkati dan memberi kita kesehatan. Amin.

Temu Alumni Online

Hari minggu 7 juni 2020, telah diadakan temu alumni JOY Jabodetabekar. Informasi pertemuan ini juga disebar di group alumni nasional, sehingga beberapa alumni di luar Jabodetabekar juga bergabung, antara lain dari Korea, Sumba, Kalimantan, Papua, Jogja. Pertemuan tersebut dilakukan dengan melalui aplikasi zoom, diikuti oleh 26 orang dari berbagai angkatan. Pertemuan ini memunculkan ide untuk mengadakan temu alumni akbar JOY melalui aplikasi zoom setelah JOY anniversary, september 2020. Jadi teman-teman alumni bisa menunggu informasi selanjutnya.

Pertemuan dimulai dengan tebak-tebakan ala Cak Lontong yang dipimpin oleh Bernat. Contoh pertanyaan ala Cak Lontong misalnya, pangeran yang ditinggal mati raja, dia akan menjadi apa? Kalo jawaban bukan ala Cak lontong kita mungkin akan menjawab menjadi raja. Tentu karena tebakan ini ala cak lontong maka, jawabannya dia akan menjadi yatim. Ice breaker ini cukup menghibur dan memecahkan suasana. Setelah itu Pak Son membagikan firman yang diambil dari I Petrus 5:5-6 tentang kerendahan hati. Secara khusus menyoroti pribadi Petrus yang telah benar-benar berubah. Petrus yang memberi nasehat untuk bersikap rendah hati, dia sendiri juga menunjukkan sikap yang penuh dengan kerendahan hati.

Ada 2 peristiwa yang menunjukkan kerendahan hati Petrus. Pertama, di KPR 6:1-6. Pada saat itu ada 2 kelompok di kalangan jemaat mula-mula yaitu orang yang berbahasa Ibrani dan orang yang berbahasa Yunani. Hal tersebut menimbulkan masalah, karena orang yang berbahasa Ibrani, kebanyakan adalah orang Yahudi “tok-tok”, artinya sudah lama ikut Yesus, mereka merasa memiliki. Sedangkan kelompok orang yang berbahasa Yunani adalah orang yang baru ikut Yesus dan belum pernah bertemu dengan Yesus secara langsung.  Kalau diumpamakan dengan persekutuan JOY, maka 2 kelompok yang ada seperti kelompok orang yang sudah lama ikut JOY dan mengenal ketika Pak Son pelayanan di Indonesia dan kelompok baru yang tidak mengalami pelayanan Pak Son ketika di Indonesia.

Orang-orang yang berbahasa Yunani ini protes tentang pelayanan meja. Jika Petrus belum berubah, bisa saja Petrus marah atas protes tersebut. Pelayanan meja salah satunya untuk pelayanan penukaran uang. Semuanya dilayani oleh orang yang berbahasa Ibrani. Sekarang Petrus memberikan kesempatan kepada orang-orang yang berbahasa Yunani, dengan kata lain generasi yang lebih muda untuk melayani pelayanan meja.

Kedua, ketika jemaat makin berkembang, orang non Yahudi makin banyak yang menjadi pengikut Kristus. Banyak orang yang berbahasa Ibrani dan juga orang Farisi terus menuntut orang non Yahudi untuk disunat. Dalam KPR 15, dicatat bahwa para rasul bertemu untuk membahas hal tersebut. Di dalam pertemuan tersebut Petrus berdiri dan mengatakan bahwa hukum taurat yang merupakan kebanggaan orang Yahudi seperti sebuah kuk. Petrus kemudian mengatakan bahwa untuk mengikut Yesus, orang non Yahudi tidak perlu di sunat. Percaya kepada Kristus sudahlah cukup.

Dari kedua peristiwa tersebut, dapat dilihat kerendahan hati Petrus. Dalam Matius 11:28-29, kata rendah hati dalam bahasa aslinya adalah tapeinos, artinya bukan hanya sekedar rendah hati. Diumpakan sebuah  kain, tapeinos artinya kain itu sudah sobek. Arti yang lain adalah orang yang sudah bangkrut.

Yesus memberi contoh tentang kerendahan hati dalam diriNya sendiri, menjadi rendah hati, seperti kain yang sudah sobek dan sudah bangkrut karena mengasihi manusia. Jadi kita di dorong untuk juga memiliki sikap rendah hati.

Setelah Pak Son mensharingkan firman, pertemuan alumni ditutup di dalam doa dan tentu saja tidak boleh dilupakan adalah sesi foto bersama. Demikian laporan dari pertemuan alumni tanggal 7 juni 2020. [Riana]

Lebaran dan New Normal

Masih dalam suasana off dan wfh, lebaran kali ini dipantau melalui media social. Dikutip dari Harian Tribun Jogja, Malam idul fitri masih tetap ramai bahkan Malioboro titik nol masih padat merayap.

Mungkin karena itulah, Sultan Hamengku Buwono X selaku kepala DIY pada tanggal 27 Mei 2020 mengeluarkan surat keputusan Gubernur nomor 121/KEP/2020 tentang penetapan perpanjangan status darurat bencana covid-19 di DIY. Dalam SK tersebut, disampaikan perpanjangan hingga 30 Juni mendatang.

Situasi ini memberi dampak juga terhadap pelayanan persekutuan JOY. Dari rencana awal WFH dilakukan dan diperpanjang hingga 29 Mei, akhirnya harus diperpanjang lagi hingga akhir Juni mendatang.

Selain status darurat covid yang diperpanjang, berbagai persiapan “new normal” juga sudah dilakukan oleh beberapa kampus di Jogja. Bahkan, dikti dalam laman resminya dengan judul “Menyiapkan Normal Baru Pasca Pandemi COVID-19”, telah menginisiasi bentuk Merdeka Belajar sebagai bagian dari normal baru mendatang. Artinya kampus akan mengurangi pertemuan offline, melanjutkan pertemuan online, dan jurusan dengan spesialisasi yang telah mengaplikasikan dan mengasah kompetensinya akan di-SKSkan. Sebuah langkah yang berani!

Situasi tentu akan berubah setelah Juni mendatang. Oleh karena itu, JOY perlu agile dengan perubahan yang ada. Beberapa media masa bahkan sudah menginisiasi The New Normal sebagai gerakan baru. Meskipun kita sendiri belum menemukan bentuk baku.

JOY dalam kerangka agility-nya, akan mengusahkan kebiasaan baru. Tentunya secara bertahap, dimulai dari pertemuan hingga perilaku bersih dan sehat diantaranya :

  • Pertemuan selama dua minggu pertama adalah pertemuan staff, artinya hanya staff yang boleh di Student Center. Aktivitas Cellgroup dan Ministry masih bersifat online
  • Core Members Meeting (CMM) akan diadakan segera setelah pemerintah mengumumkan batasan jumlah pertemuan yang sesuai. Dalam perencanaan, CMM akan dilakukan di student Center dengan perkiraan peserta 30-35 orang (perkiraan 11 Juli 2020). CMM bertujuan untuk membahas perubahan-perubahaan penting tsb sekaligus fellowship time
  • Aktifitas Cellgroup akan diadakan di Student Center dengan pengaturan jadwal (shift) mulai pertengahan Juli (Jika The New Normal sudah berlaku di Jogja)
  • Mass Meeting dalam hal ini Friday Meeting dan Ministry Day akan dilakukan setelah Pemerintah mengumumkan ijin pertemuan dengan batasan lebih dari 80 orang.
  • JOY akan membuat temporary washstand untuk memulai kebiasaan mencuci tangan, selain mewajibkan memakai masker di Student Center.

Perencanaan JOY ini bisa saja berubah mengingat situasi di Indonesia terutama kebijakannya mudah berubah-ubah. Namun, staff JOY melakukan yang terbaik, dengan hikmat dari Tuhan untuk terus mendampingi, mengembangkan dan melayani mahasiswa yang sudah Tuhan percayakan.

 

(catatan rapat Kadep Mei 2020)