KASUS KHUSUS (A Training Resume)

ditulis oleh Ria Alfrida TB

Beberapa hari lalu dalam training of existing staff of JOY kami belajar mengenai Perilaku Media Sosial & Psikologi. Kali ini topik yang kami bahas dalam Training of Existing Staff of JOY adalah Pendampingan dalam Kasus Khusus yang akan sering dijumpai dalam melayani teman-teman mahasiswa(i).

Beberapa point penting yang kami bahas adalah terkait pendampingan dalam study (secara umum dan dalam pergumulan tugas akhir), pendampingan dalam penyelesaian konflik (sesama JOYers maupun di luar komunitas), pendampingan dalam kecanduan (merokok maupun seksual), dan pendampingan okultisme.

a. Study : Yang menjadi hambatan dalam pendampingan adalah Joyers menolak untuk dibantu dan tidak ada niat untuk memperbaiki study. Sesuatu yang dilakukan tidak dari hati akan lebih sulit untuk dilakukan.Langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh coach dalam pendampingan adalah:

  1. Mengajak bertemu (2 kali seminggu atau sekali sebulan)
  2. Mendata acaman yang menjadi hambatan dalam study dan buat langkah untuk mengatasi ancaman
  3. Buat daftar tugas kuliah dan deadline pengumpulannya
  4. Buat target dan langkah konkret yang tidak terlalu berat dan tidak terlalu ringan
  5. Evaluasi diri sendiri
  6. Buat reward jangka panjang (akhir semester) dan jangka pendek (ganti ancaman sebagai reward setelah menyelesaikan target)
  7. Jangan lupa untuk selalu memberikan encourage

b. Skripsi : Mendampingi mahasiswa bisa membantu mereka lebih terjadwal dalam menentukan target kelulusan. Langkah-langkah yang perlu dilakukan coach saat mendampingi :

  1. Coach tentukan waktu untuk bertemu setiap minggu (1 kali seminggu)
  2. Buat reward jika skripsi selesai (pilih sesuatu yang dia suka dan ga boleh melakukan itu sampai skripsinya selesai)
  3. Buat target besar (pendadaran bulan berapa)
  4. Buat target tiap minggu (sesuai porsinya :tidak terlalu berat dan tidak terlalu ringan)
  5. Saat pertemuan untuk evaluasi target
  6. Mendata ancaman yang dapat menjadi hambatan sekonkrit mungkin dan dilaporkan kepada coach (misalnya HP, Drakor, MedSos)
  7. Jangan lupa memberikan encourage
  8. Dorong untuk mencari teman untuk mengerjakan skripsi

PENDAMPINGAN PENYELESAIAN KONFLIK

butuh waktu untuk mengampuni

Perlu memahami bahwa hubungan tidak akan sama lagi ketika terjadi konflik. Pada prinsipnya ketika ada orang yang menyakiti akan butuh waktu untuk mengampuni. Namun ada beberapa kasus jika kedua pihak berhasil menyelesaikan konflik bisa memperbaiki relasi. Dalam pendampingan penyelesaian konflik biasanya terjadi pada sesama teman komunitas (JOYers) maupun teman di luar komunitas. Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam pendampingan tersebut :

a. Sesama Joyers

  1. Berada diposisi netral
  2. Dengar dari masing-masing pihak
  3. Evaluasi dan coba pahami situasi dari masing-masing pihak
  4. Janjian pertemuan dengan persetujuan kedua belah pihak (yakinkan bahwa kita bersikap netral)
  5. Dalam pertemuan membuat kesepakatan dalam berkomunikasi untuk mendengakan dulu dan tidak memotong pembicaraan
  6. Ajarkan mereka menggunakan I-message

b. Diluar Komunitas (JOY)

Ketika JOYer memiliki masalah dengan seseorang yang berada di luar lingkungan JOY (Coach tidak bisa terlibat banyak, tapi mengajarkan mereka cara menyelesaikan). Kita  harus hati-hati dengan ceritanya karena kita hanya tau dari satu sisi Intinya melakukan hal yang sama dengan konflik sesama JOYer tetapi kemungkinan kita menjadi penengah kecil jadi mendorong JOYer untuk menyelesaikan konflik.

Ajarkan cara menyelesaikan konflik:

  1. meminta waktu untuk bertemu kepada temannya (tidak memaksa jika teman belum mau), tanggung jawab joyer adalah meminta untuk menyelesaikan konflik, jika temannya tidak/belum siap itu bukan tanggung jawab joyer).
  2. Ajarkan cara berbicara yang baik dan assertif. mis dengan I message

PENDAMPINGAN OKULTISME

Lebih dari 90% orang yang menganut/ percaya dengan okultisme berkaitan dengan masalah kejiwaan.

Hal yang perlu diperhatikan dalam mendampingi JOYers dengan kasus okultisme yaitu masalah kejiwaan dan kepercayaan mereka terkait okultisme. Lebih dari 90% orang yang menganut/ percaya dengan okultisme berkaitan dengan masalah kejiwaan. Prinsip buka celah, misalnya pernah melakukan hal-hal yang berkaitan dengan okultisme maka ada celah, oleh karena itu perlu menelusuri latar belakang mereka.

1. Tidak ada manifestasi

Jika belum ada manifestasi, yang pertama harus kita lakukan adalah mencari tahu cara pandang mereka terhadap okultisme (merubah pola pikir). Yang menjadi hambatan adalah budaya sudah bercampur dengan pola pikir.  

2. Ada manifestasi

Perlu mengatasi manifestasinya, menjaga mereka karena kemungkinan akan kembali lagi

berdoa pelepasan

Setelah sadar langkah selanjutnya sama seperti jika tidak ada manifestasi

Membedakan Gangguan Jiwa dan Kerasukan

PERBEDAAN YANG NYATA

  1. Kerasukan Setan

Ada pengetahuan baru/ intelektual

Muncul kepribadian baru

Membenci kegiatan doa/rohani

Punya kekuatan yang besar (misal badannya kecil tapi kekuatannya besar)

Ketika diusir (bisa terlihat langsung sembuh)

2. Gangguan jiwa

Halusinasi, delusi

Jarang  menyebut dirinya setan, menyebut dirinya baik-baik

Ga bisa langsung sembuh

KEMIRIPAN KERASUKAN DAN GANGGUAN JIWA (SKIZOFRENIA)

  1. Keinginan kuat untuk menyakiti diri sendiri, umumnya mereka punya konsep diri yang rendah
  2. Adanya delusi (waham), halusinasi
  3. Bicaranya mulai menyimpang, perilaku aneh (mempengaruhi sosial)
  4. Cemas , tegang, depresi, cepat marah (mengalami perubahan mood)
  5. Pasif

Perilaku Media Sosial & Psikologi (A Training Resume )

ditulis oleh Oya Citra

Training of Existing Staff of JOY kali ini membahas tentang Perilaku Media Sosial & Psikolog. Setelah beberapa hari yang lalu membahas tentang Kecemasan dan Stress Management.

Berselancar di media sosial membuat hormon dopamin dan oksitosin meningkat.

10 menit berselancar di media sosial, kadar oksitosin dapat meningkat sebanyak 13%.  Jejaring sosial tidak hanya menghadirkan banyak perasaan yang luar biasa, selain itu membuat sangat sulit untuk berhenti.

Swafoto (Selfie)

Kata selfie resmi menjadi kata baru dalam kamus Oxford English Dictionary pada tahun 2013. Fenomena swafoto menggunakan perspektif psikologi sosial.

melakukan swafoto merupakan upaya mengkonstruksikan identitas sosialnya

  1. Wujud dari Eksistensi Diri dan Self Esteem

Berswafoto dan menyebarkannya di media sosial tidak sekadar terfokus pada penampilan diri si pengguna. Swafoto merupakan upaya representasi diri di media sosial, sebuah upaya agar dianggap ‘ada’ atau eksis dalam media. Seseorang yang melakukan swafoto juga tengah berusaha mengkonstruksikan identitas sosialnya dengan cara memaksimalkan atau meminimalkan karakter positif atau negatif dalam dirinya supaya self-esteem tetap terpelihara.

Swafoto yang sukses ditandai dengan banyaknya pujian, pemberian tanda ‘jempol’ atau ‘like’. Bila sudah demikian, maka individu merasa puas dan semakin terdorong untuk kembali melakukan swafoto dan mengunggahnya di media sosial. Namun, bila kondisinya terbalik, individu dapat merasa diacuhkan dan tidak dihargai oleh lingkungan sosialnya. Keadaan tersebut bisa memicu keinginan untuk tidak kembali mengunggah swafoto atau tetap melakukan swafoto, namun dengan evaluasi tertentu.

Media dan self estem

  • Self esteem = ideal self, self image

Diri yang ditampilkan di media sosial adalah diri ideal.

Sebuah penelitian:

  • Responden 150 remaja berusia 15-25 tahun yang aktif menggunakan sosial media.
  • Hasil survei menunjukkan bahwa sebagian besar remaja yang aktif menggunakan sosial media ingin terlihat baik dan menampilkan citra konsep diri idealnya di profil media sosial.
  • Imaginary audience adalah kelompok teman-teman (peers) dan orang lain yang dipercaya memperhatikan remaja secara konstan. Imaginary audience-nya menyebabkan kemungkinan akan perbandingan dan kritik secara online tidak akan pernah berakhir .
  • Para remaja mencari informasi tentang teman-temannya di dunia sosial, umpan balik ini membuat mereka membandingkan diri mereka dengan teman-temannya. Hal inilah yang menjadi resiko menurunnya konsep diri remaja.
  • Bisa menandai  kepribadian bergantung narsistik: Nevid mengemukakan perilaku narsisme adalah cinta diri dimana memperhatikan diri secara berlebihan, memiliki keyakinan yang berlebihan tentang dirinya, seperti fantasi akan keberhasilan dan kekuasaan, cinta ideal atau pengakuan akan kecerdasan atau kepandaian. Individu narsisme memanfaatkan hubungan sosial untuk mencapai popularitas, selalu asyik dan hanya tertarik dengan hal-hal yang menyangkut kesenangan diri sendiri. individu dengan kepribadian narsis mempunyai kebutuhan untuk mendapat apresiasi dan penghargaan demi terbentuknya self-esteem.

    2. Swafoto Merupakan Salah Satu Bentuk Narsisme Digital.

swafoto menjadi simbol untuk mewujudkan eksistensi dirinya

Iri, juga sebagai bentuk pertunjukkan di depan panggung untuk menarik kesan pengakses atau pengguna lain dalam jaringan pertemanan di media sosial. Contohnya: foto dengan latar belakang wisata di luar negeri. Pengunggahan swafoto menjadi simbol bahwa pengguna sedang mewujudkan eksistensi dirinya yang tidak sekadar sebagai objek foto, tetapi ada maksud tertentu didalamnya.

3. Swafoto Juga Dapat Menandakan Bahwa Pengguna Melakukan Keterbukaan Diri (Self-Disclosure) Di Media Sosial.

Swafoto menjembatani pertumbuhan wilayah hidup seseorang karena menuntun mereka menjadi terbuka untuk membagikan foto diri kehadapan khalayak melalui akun media sosial yang dimiliki. Efek dari keterbukaan diri itu adalah interaksi dan komunikasi yang terjadi dengan pengguna lain akan semakin erat. Bahkan dalam beberapa kasus, pengunggahan swafoto menyebabkan bertambahnya jalinan pertemanan yang baru, sehingga jaringan sosial yang dimiliki semakin luas, atau dengan kata lain, wilayah hidup seseorang akan semakin lapang.

Perilaku-Perilaku di Media Sosial yang Perlu Diperhatikan:

  • Media Sosial dan Bullying atau Perundungan

           Media sosial seperti memberi kesempatan untuk ‘membully’ orang beramai-ramai. Penyebab munculnya istilah haters ( agresif secara verbal)

  • Media Sosial Trolling

Orang yang memulai dengan sengaja memposting dan menghasut sehingga memunculkan      perang komen di media sosial dan membuat orang lain emosi dan marah.

  • Perilaku Ingin Diperhatikan/Cari Perhatian  (hati-hati ketika menulis status di kala emosi).

Perilaku ingin diperhatikan melalui media sosial biasa terlihat dari story atau status seseorang di media sosial. Contohnya statusnya penuh dengan ungkapan hatinya yang sedang galau, atau meluapkan amarahnya di media sosial. Orang-orang tersebut tidak boleh disepelehkan. Melainkan harus tetap diperhatikan. Karena bisa saja terjadi hal yang tidak diinginkan setelah mengupload status itu. Contohnya ada satu kasus, dimana ada seorang yang mengupload status yang galau, dan keesokan harinya dia mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

  • Perilaku belanja

Survey APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) tahun 2016. Pengguna internet yang paling sering adalah mengunjungi online shop.

  • Kecanduan media sosial

The Graphic, Visualization & Usability Center, The Georgia Institute of Technolgy menetapkan satu indikator untuk seseorang yang disebut kecanduan media sosial:

1. Heavy users (lebih dari 40 jam per bulan).

2. Medium users (antara 10 sampai 40 jam per bulan).

3. Light users (kurang dari 10 jam per bulan).

Ahli psikologi menggunakan istilah dalam menyebutkan kecanduan media sosial, salah satunya Young (1999) menyebutnya dengan internet addiction.

Young (1999) membagi kecanduan internet  ke dalam lima kategori, yaitu:

  1. Cybersexual addiction, yaitu seseorang yang melakukan penelusuran dalam situs‐situs porno atau cybersex secara kompulsif .
  2. Cyber‐relationship addiction, yaitu seseorang yang hanyut dalam pertemanan melalui dunia cyber.
  3. Net compulsion, yaitu seseorang yang terobsesi pada situs‐situs per‐dagangan (cyber shopping) atau perjudian (cyber casino).
  4. Information overload, yaitu seseorang yang menelusuri situs‐situs informasi secara kompulsif. Fomo (fearing of missing out) atau agar tidak ketinggalan informasi.
  5. Computer addiction, yaitu seseorang yang terobsesi pada permainan‐permainan online (online games) seperti misalnya Doom, Myst, Counter Strike, Ragnarok dan lain sebagainya

Menurut Suller, seseorang dinyatakan telah kecanduan suatu stimulus jika :

  • Sampai melalaikan hal‐hal penting karena stimulus tersebut.
  • Hubungan dengan orang‐orang terdekatnya terganggu karena stimulus tersebut.
  • Orang‐orang yang dekat dengannya mengeluh, terganggu, kecewa, dan merasa diabaikan karena stimulus tersebut.
  • Marah, tersinggung, dan tidak suka jika perilakunya tersebut dikritik.
  • Merahasiakan atau menutup‐nutupi perilakunya tersebut.
  • Berusaha untuk berhenti tapi tidak mampu atau tidak bisa karena seperti sudah terikat dengan hal tersebut.

NB bisa membaca
Perilaku Pengguna Media Sosial beserta Implikasinya Ditinjau dari Perspektif Psikologi Sosial Terapan. Mulawarman Mulawarman, Aldila Dyas Nurfitri 2017

STRESS MANAGEMENT (A Training Resume)

ditulis oleh Gloria PM

Training of Existing Staff of JOY berlanjut lagi. Kali ini membahas tentang Stress Management. Melanjutkan materi sebelumnya tentang Kecemasan dan Kognitive Therapy.

Stress Management adalah bagaimana cara seseorang untuk mengolah stress yang terjadi dengan cara yang benar. Tetapi sebelum itu, perlu mengenali apa yang menjadi pemicu stress.

Mengelolah stress (Stress Management) tidak serta merta dapat diatasi dengan waktu yang singkat tetapi butuh proses serta kedisiplinan dan konsisten dalam melakukannya.

Ketika mengetahui bahwa diri kita rentan untuk terkena stress, maka kita perlu tahu apa yang menjdi pemicunya, diantaranya:

  1. Situasi
  2. Emosi
  3. Kata-kata
  4. Suara
  5. Sight/ Pandangan
  6. Bau
  7. Memori

Selain perlu mengetahui apa yang memicu stress terjadi, kita juga perlu tahu bagaimana pola stress ketika kita dipicu, yaitu:

  1. Volcano/slow build up yaitu pola yang munculnya pelan-pelan tapi kemudian meledak
  2. Dipengaruhi oleh mood

Selain itu perlu juga mengetahu tanda-tanda fisik yang muncul ketika seseorang mengalami stress, diantaranya:

  1. Kepala terasa akan meledak
  2. Frustasi
  3. Meningkatnya detak jantung
  4. Kepala pusing
  5. Otot-otot tegang
  6. Nafsu Makan Naik/Turun
  7. Banyak Pikiran/Over thinking

Dengan mengetahui penyebab yang memicu, pola stress serta tanda-tanda fisik yang muncul ketika seseorang mengalami stress, maka langkah pertama atau sederhana yang bisa di lakukan untuk menanganinya adalah:

  1. Kontrol tubuh
    – Say to myself STOP
    – Imagine a red STOP sign
    Nafas dalam (Ambil nafas, hitung 1..2, lepaskan. Lakukan itu selama beberapa kali)
  2. Lakukan aktifitas
    Pilih aktivitas pasling sedikit ½ jam. Jika pikiran tentang masalah muncul perlu mengatakan kepada diri sendiri: ‘maaf, aku sedang sibuk sekarang, aku akan kembali dan berhadapan dengan mu nanti”
  3. Manajemen pikiran
     – Self talk
    – Think (10 menit). Ini namanya paradocal therapy. maksudnya seseorang diijinkan memikirkan tetapi dapat dikendalian. Diperbolehkan biar tidak keluar lagi.Kamu bisa menggunakan alarm dengan di set 10 menit, belajar mengendalikan pikiran tidak mikir negatif terus.
    – Simpulkan pikiranmu. Ambil waktu tidak lebih dari 5 menit. Simpulkan apa yang kamu pikirkan dan tuliskan. Misal bilang orang tua tidak mencintai saya.
    – To do listàapa yang saya lakukan (membuat diri melakukan kegiatan sepanjang hari sehingga tidak terlalu memikirkan masalah tersebut)
  4. Ulangi sampai pikiran tentang masalah berubah

Ketika mencoba untuk berubah, jangan mengharapkan akan selalu sukses.

Ketika mencoba untuk berubah, jangan mengharapkan akan selalu sukses. Lihat lah TREND

  • 1 dari 10x=10% perbaikan
  • 2-3x dari 10= 20-30%
  • 6 dari 10 =
  • 8 dari 10=bagus

Penenang Alami

di dalam diri sesorang terdapat penenang alami yang Tuhan sudah ciptakan

Mungkin ada sebagian dari kita belum mengetahui, bahwa di dalam diri sesorang terdapat penenang alami yang Tuhan sudah ciptakan. Penenang alami ini berupa zat yang ada didalam tubuh dan ketika dikeluarkan oleh tubuh akan memberikan perasaan tenang.

Penenang alami ini berupa GABA (Gamma Aminobutyric Acid),  & serotonin adalah sebagai pembawa kabar gembira ke tubuh.

Penenang buatan seperti obat-obatan hanya meniru apa yang dilakukan oleh otak, dengan membuat zat yang mirip dengan zat yang dikeluarkan oleh otak.

Berikut perilaku yang dapat mengurangi penenang alami dalam tubuh, yaitu:

  • Stres
  • Konflik
  • Mengalah membuat orang senang dan menekan perasaan sendiri
  • Kurang tidur
  • Perfectionis

Perilaku yang dapat meningkatkan penenang alami dalam tubuh, yaitu:

  • Sediakan waktu istirahat
  • Tidur yang cukup
  • Meditasi/relaksasi
  • Humor
    Ada beberapa cara meningakatkan faktor kelucuan: baca buku-buku yang lucu, tontonlah film yang lucu, bacalah komik yang lucu, pada akhir hari coba tinjau kejadian-kejadian yang memalukan yang mungkin kamu alami dan lihat apakah kamu dapat mengubahnya menjadi suatu pengalaman yang lucu
  • Kurangi perfeksionis

Selain itu, berikut adalah beberapa makanan yang dapat mengurangi penenang alami didalam tubuh, yaitu:

  • Cafein, ada yang meneliti tentang stimulan yang dapat meningkatkan kecemasan dan serangan panik, kafein ada di daftar paling atas. Kafein ditemukan dalam kopi, teh, cola, cokelat, kakau

Jika memakai kafein, batasilah konumsi kafein satu cangkir kopi dan dua cola sehari.

  • Makanan, beberapa orang merasa resah ketika memakan makanan tertentu, perlu di cek lagi karena setiap orang berbeda terkait makanan yang menimbulkan stress.

Beberapa makanan/minuman yang dapat meningkatkan penenang alami di dalam tubuh yaitu:

  • Sayuran dan buah
  • Makanan yang mengandung mineral dan vitamin.
  • Makanan yang banyak mengandung serat diet (gandum, kacang, sayuran mentah)
  • Minum air putih yang cukup
  • Perhitungan kandungan kalori dibawah yang direkomendasikan

Adapun tanaman-tanaman herbal yang berguna untuk relaksasi, yaitu :

  • Akar-akaran
  • Paper mint
  • Lemon grass

Tidur dan Ketenangan

Sebuah survey dilakukan oleh suatu lembaga penelitian Gallup, kurang lebih setengah orang Amerika tidak tidur sepanjang malam dan banyak dari mereka yang enggan mencari bantuan. Alasan utama dari kurangnya waktu tidur yaitu dikrenkan oleh stress dan pekerjaan.

Ada 2 jenis tidur, yaitu:

  • REM (Rapid Eye Movement) = tidur mimpi dan
  • Tiidur non REM (tidur tanpa mimpi)

Ada beberapa cara untuk memperbaiki kebiasaan tidur seseorang, yaitu:

  • Pergi tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari termasuk akhir pekan.

Jika anda tidur pada waktu-waktu yang berbeda setiap malam, maka jangan heran jika anda tidak mempunyai kebiasaan tidur yang baik. Tubuh anda menjadi bingung oleh karena waktu yang tidak teratur.

Body clock atau lebih tepatnya “jam otak” terdapat di pusat otak yang disebut kelenjar pineal. Dan merupakan suatu daerah otak yang merupakan gudang pembawa berita gembira serotonin

  • Hindari untuk melakukan pekerjaan apapun yang menyebabkan adrenalin anda naik sebelum tidur.

Tiap orang berbeda-beda yang memicu adrenalinnya meningkat. Misalnya menyentuh buku atau menggunakan komputer bisa membuat adrenalin seseorang meningkat, sehingga sulit untuk tidur. Ada yang menonton membuat adrenalinnya meninggkat. Tubuh harus diijinkan untuk menurunkan adrenalin untuk persiapan tidur.

  • Kurangi jumlah cahaya

Kegelapan memicu hormon otak yaitu melatonin. Hormon ini membantu dalam permulaan tidur. Terlalu banyak cahaya mencegah melatonin ini untuk muncul

  • Hindari semua bentuk stimulan di waktu senja.

Misalnya : kafein

  • Jangan memaksakan tidur

Karena masih belajar memperbaiki pola tidur. Jangan marah ketika gagal diawal

  • Pastikan punya tempat yang tenang buat tidur

Lingkungan yang berisik dapat mengganggu tidur

  • Pastikan berlatih secara teratur
  • Pelajari teknik relaksasi
  • Lepaskan pikiran yang mengganggu sebelum tidur
  • Jika terbangun di malam hari. Jangan turun dari tempat tidur jika tidak terpaksa.

Jika bangun secara fisik, adrenalin akan mengalir kembali dan menyebabkan anda terbangun.jangan melakukan kegiatan.

Cara-cara diatas dapat diterapkan sebagai permualaan untuk kita menangani stress dengan mengetahui pemicu, pola serta tanda-tanda fisik tubuh, juga perlu mengetahui makanan/minuman apa saja yang dapat mengurangi/meningkatkan penenang alami dalam tubuh serta dapat mengatur pola tidur akan membantu kita mengatasi dan mengelola stress yang kita hadapi.

Kecemasan (A Training Resume)

ditulis oleh Ria Alfrida TB

Training of existing staf of JOY kali ini membahas tentang Kecemasan, masih berkaitan dengan yang sebelumnya tentang Cognitive Therapy. Saat membahas Kecemasan perlu diketahui ada beberapa istilah yang memiliki kemiripan arti dengan kecemasan yaitu depresi dan ketakutan, namun masing-masing memiliki stimulus yang berbeda.

Apa perbedaan antara kecemasan, ketakutan dan depresi?

Perbedaan kecemasan dengan ketakutan
Kecemasan= tidak jelas obyek yang dicemaskan
Ketakutan=penyebabnya jelas (diketahui)
Kecemasan:berhubungan denga masa depan (belum terjadi)
Depresi: berhubungan dengan masa lalu, masa sekarang (sudah terjadi)

Kecemasan atau anxiety yang tidak diatasi dengan baik bisa mengakibatkan kondisi kejiwaan yang abnormal sehingga dapat berpotensi menjadi suatu ancaman terhadap diri sendiri. Berdasarkan klasifikasi kecemasan

Jenis-jenis kecemasan dapat dikelompokkan berdasarkan “pendekatan” dan “tingkat kecemasan”

Gejala – Gejala Adanya Kecemasan:
Gejala fisik: Ketegangan otot (seperti otot leher, rahang, punggung, dan kadang-kadang dada dan kaki), sakit kepala, rasa nyeri (pada dada dan kaki), kelelahan yang berlebihan, gemetar, rasa pusing, jantung berdebar, diare, kesulitan bernafas, sulit menelan, ingin menangis, masalah kandung kemih, serangan panik
Gejala perilaku cemas adalah berjaga-jaga/terlalu waspada, lekas marah, ragu-ragu, tegang, terlalu bergantung, takut, konsetrasi menurun, gampang lupa, mudah terdistraksi, gugup, tidak sabaran, sulit untuk tidur, terlalu banyak bicara, fungsi dan ketertarikan seksual menurun

Secara universal ada pandangan kekristenan yang berpendapat bahwa kecemasan, kekuatiran adalah dosa, begitupula sebaliknya ada yang menganggap bahwa kecemasan bukanlah dosa. Untuk itu perlu diperhatikan dalam konteks tersebut konseli memegang pendapat yang mana( di bagian ini juga harus di konseling.

Jenis kecemasan berdasarkan pendekatannya:
1. Kecemasan sebagai salah satu bentuk emosi. Dapat dikatakan bahwa kecemasan ini merupakan kecemasan yang wajar. kecemasan yang rasional yaitu kecemasan yang timbul karena adanya ancaman terhadap keberadaan diri seseorang. Kecemasan sesuai dengan ancaman yang ada
2. Kecemasan sebagai bagian dari kepribadian. Ada orang-orang yang memiliki kepribadian tertentu membuat orang tersebut menjadi mudah menjadi cemas. Beberapa ahli mengklaim bahwa kecemasan ini disebabkan oleh faktor genetik dan faktor keturunan, faktor biologis
3. Kecemasan sebagai bagian dari psikologi abnormal. Kecemasan bagian ini sudah digolongkan sebagai gangguan secara psikologis, gangguan kecemasan. (DSM) Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (gangguan cemas (phobia, gangguan panik)


Jenis kecemasan berdasarkan tingkat kecemasan:
1. Kecemasan Normal
Kecemasan yang normal yaitu suatu reaksi yang seimbang dengan tingkat ancaman yang ada.
2. Kecemasan Tidak Normal
Suatu reaksi terhadap ancaman ketika reaksi tersebut tidak seimbang dengan tingkat ancaman.

Gejala-gejala adanya kecemasan

  1. Gejala Fisik seperti ketegangan otot, sakit kepala, nyeri pada beberapa bagian tubuh, lelah yang betlebihan, diare, kesulitan bernafas, serangan dan masalah fisik lainnya
  2. Gejala Perilaku seperti terlalu waspada, mudah marah, ragu-ragu, terlalu bergantung, tidak sabar, konsentrasi menurun, sulit untuk tidur, terlalu banyak bicara dan beberapa perilaku lainnya

Pandangan Kekeristenan terhadap Kecemasan

Ada pendapat yang mengatakan kecemasan, kekuatiran adalah dosa. Sebaliknya ada juga pendapat yang mengatakan itu bukan dosa. Dalam konseling hal ini harus diperhatikan

dengan merubah kognitif maka akan ada perubahan perilaku dan perasaan

Cara-Cara Mengatasi Kecemasan Menurut Pandangan Umum
1. Obat-obatan (sesuai resep yang diberikan)
2. Terapi kognitif dan terapi perilaku
3. Metode self-help (meditasi, teknik-teknik relaksasi, terapi seni, musik dan terapi pijat


Cara-Cara Mengatasi Kecemasan Menurut Pandangan Kristen
1. Menumbuhkan perasaan damai dengan jalan refleksi dari ayat-ayat alkitab
2. Menumbuhkan pengharapan
3. Doa
4. Bersyukur
5. Mengingat janji-janji Allah
6. Mengingat siapakah Allah
7. Membaca Alkitab (konseling dengan menggunakan alkitab, Jay Adams (1970))

Berdasarkan kedua pandangan tersebut, cara mengatasi kecemasan ditekankan pada perubahan kognitif yang dipercaya akan merubah perilaku dan perasaan sehingga akan mengurangi kecemasan.

Cara mengatasi kecemasan menurut pandangan Kristen merupakan bentuk yang sejalan dengan self-help untuk mengatasi kecemasan menurut pandangan umum.

Cara mengatasi kecemasan menurut pandangan Kristen juga merupakan bentuk terapi kognitif, misalnya mengingat janji-janji Allah, mengingat siapakah Allah, membaca Alkitab, bersyukur dan berdoa.

Sama seperti pemahaman umum bahwa dengan merubah kognitif maka akan ada perubahan perilaku dan perasaan dari seseorang yang merasa cemas. Dengan melakukan terapi kognitif dengan cara Kristen akan mengurangi kecemasan dan menumbuhkan perasaan damai dalam diri orang yang mengalami kecemasan.